Tentang Kami

Selayang Pandang

Puslitbang Hortikultura

ratule

Sesuai dengan Keputusan Presiden nomor 15 Tahun 1984 tanggal 6 Maret 1984. Dijabarkan berdasarkan Keputusan Menteri, terakhir berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43/Permentan/OT.010/8/2015 tanggal 3 Agustus 2015 tentang organisasi dan tata kerja Departemen Pertanian, susunan organisasi Badan Litbang Pertanian terdiri atas 11 unit Eselon II, yang salah satunya adalah Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura (Puslitbang Hortikultura). Tugas dari Puslitbang Hortikultura adalah untuk menyusun kebijakan teknis litkaji dan administrasi, membuat rencana dan program kegiatan penelitian dan pengembangan hortikultura, serta melakukan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan.
Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Puslitbang Hortikultura menaungi empat Unit Pelaksana Tugas (UPT), yaitu Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu), Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi), dan Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro).

Puslitbang hortikultura berupaya untuk dapat mencapai target indikator kinerja utama sehingga sasaran kegiatan dapat tercapai, yaitu dengan tersedianya varietas unggul baru hortikultura melalui metode konvensional dan inkonvensional serta terdistribusinya benih sumber dalam mendukung sistem pertanian bioindustri berkelanjutan; tersedianya teknologi produksi hortikultura yang berbasis teknologi maju dan ramah lingkungan untuk mendukung terwujudnya sistem pertanian bioindustri berkelanjutan; terselenggaranya diseminasi inovasi hortikultura; tersedianya rekomendasi kebijakan yang mendukung bioindustri berkelanjutan; dan tersedianya jejaring kerjasama nasional dan internasional yang kuat untuk mendukung terwujudnya lembaga litbang hortikultura yang terkemuka. Pada tahun 2020, arah dan kebijakan litbang hortikultura masih ditekankan pada penciptaan inovasi teknologi yang dirancang untuk menjawab tantangan produktivitas, mutu hasil, daya saing dan nilai tambah dengan berpijak pada efisiensi penggunaan sumber daya, menekankan kemandirian, serta adaptif untuk mendukung pencapaian program utama Kementerian Pertanian, sebagaimana tercantum di dalam dokumen Renstra, Puslitbang Hortikultura memiliki visi “Menjadi Lembaga Penelitian dan Pengembangan Terkemuka Penghasil Inovasi Hortikultura Mendukung Agribisnis Hortikultura Modern”. Inovasi teknologi yang dihasilkan tersebut diharapkan memiliki impact recognition dan scientific recognition. Teknologi yang dihasilkan harus mampu meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi petani sebagai sasaran utama pembangunan pertanian. Oleh karena itu teknologi hortikultura diupayakan menghasilkan berbagai inovasi yang mampu mendongkrak daya saing produk hortikultura terutama untuk menghasilkan produk-produk hortikultura berkualitas premium. Dalam rangka mendukung peningkatan daya saing industri hortikultura nasional, Puslitbang Hortikultura pada Tahun 2020 telah melakukan berbagai penelitian yang menjadi titik ungkit daya saing hortikultura antara lain perakitan Varietas Unggul Baru (VUB), penciptaan teknologi hortikultura ramah lingkung

Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si Kepala Pusat

Sasaran Strategis

Tersedianya varietas unggul baru hortikultura, Tersedianya benih sumber hortikultura,Tersedianya teknologi budidaya produksi hortikultura ramah lingkungan, Tersedianya sumberdaya genetik hortikultura, Terselenggaranya diseminasi inovasi hortikultura, Tersedianya rumusan kebijakan peneltian dan pengembangan hortikultura, Terwujudnya kerjasama bidang hortikultura.

Komoditas utama penelitian

  • 1

    Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa):

    Cabai merah, bawang merah, kentang, tomat, kubis, kacang panjang, bawang putih, dan sayuran asli Indonesia (indigenous).
  • 2

    Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu Tropika):

    Pisang, mangga, manggis, durian, pepaya, salak, nenas, semangka, melon, markisa, jambu, kesemek, rambutan, dan avokad.
  • 3

    Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi):

    Anggrek, lili, mawar, anyelir, krisan, sedap malam, dracaena, dan tanaman hias tropika.
  • 4

    Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) :

    Jeruk, apel, dan anggur.

Komoditas utama hortikultura

  • 1

    Komoditas prioritas :

    jeruk, pisang, mangga, manggis, durian, anggrek, cabai merah, bawang merah, dan kentang.
  • 2

    Komoditas unggulan :

    pepaya, salak, nenas, apel, anggur, tomat, kubis, kacang panjang, buncis, mawar, anyelir, lili, krisan, sedap malam, dan dracaena.
  • 3

    Komoditas prospektif :

    semangka, melon, markisa jambu, kesemek, rambutan, avokad. lengkeng, sayuran asli Indonesia (indigenous), dan tanaman hias tropika.