Detail Berita

Program Kerjasama Penelitian Hortikultura 2010-2014

Blog Single
Arah dan strategi kerjasama penelitian dan pengembangan hortikultura 2010 - 2014 adalah mengembangkan perangkat teknologi informasi, memperluas jaringan komunikasi, dan membangun kemitraan dengan komunitas IPTEK hortikultura di tingkat nasional dan internasional. Keluaran yang hendak dicapai terkait dengan program kerjasama penelitian hortikultura adalah 1) meningkatnya penyebaran hasil-hasil penelitian unggulan
hortikultura melalui jaringan penelitian dan pengkajian (litkaji) dan kemitraan dengan pemerintah daerah dan swasta, dan 2) meningkatnya jaringan kerjasama IPTEK hortikultura nasional dan internasional

Strategi yang dipakai dalam rangka pencapaian keluaran (output) dalam kurun waktu 2010-2014, adalah: 1) Peningkatan kapasitas teknologi informasi untuk memperluas jaringan komunikasi IPTEK, dan 2) Perluasan kemitraan dengan komunitas IPTEK hortikultura di tingkat nasional dan internasional.

Program kerjasama penelitian dan pengembang hortikultura 2010-2014 diarahkan untuk menghimpun external budget. Program kerjasama penelitian dan pengembangan dengan mitra kerja sama harus mampu meningkatkan capacity building, yakni bertambahnya kemampuan sumber daya manusia baik bagi peneliti maupun pengelola melalui pemanfaatan kerjasama dalam dan luar negeri (sebagai external budget).

Program Kerajasama Puslitbang Hortikultura 2010-2014 meliputi :
  1. Program kerjasama penciptaaan teknologi budidaya dan varietas unggul yang berdaya saing. Kerjasama ini meliputi kerjasama dengan instansi dalam dan luar negeri untuk menciptakan varietas unggul baru hortikultura dan klon/galur harapan yang berdaya hasil tinggi dan tahan hama penyakit.
  2. Program kerjasama penyediaan teknologi produksi dan perbenihan yang ramah lingkungan. Kerjasama ini diarahkan untuk pemanfaatan teknologi produksi dan benih hasil penelitian Puslitbang Hortukultura.
  3. Program kerjasama pengelolaan dan pemanfaatan plasma nutfah. Kerjasama ini diarahkan untuk pengelolaan plasma nutfah yang terkoleksi dan terkonservasi serta perakitan varietas secara partisipatif.
  4. Program kerjasama penyediaaan benih inti dan benih sumber. Kerjasama dengan mitra untuk perbanyakan benih sebar dengan memanfaatkan benih inti dan benh sumber hasil penelitian Puslitbang Hortikultura.
  5. Program kerjasama dalam rangka penguatan kemampuan SDM. Kerjasama penelitian terutama dengan mitra luar negeri diharapkan mampu meningkatkan capacity building yakni bertambahnya kemampuan SDM litbang hortikultura melalui training, scientific exchange, studi banding dan studi jangka panjang serta bertambahnya kualitas sarana dan prasarana penelitian dengan peningkatan mutu peralatan laboratorium dan kebun percobaan.
  6. Penerapan invensi hasil litbang pertanian dalam rangka percepatan diseminasi inovasi teknologi, merupakan faktor penentu bagi upaya percepatan pelaksanaan program pembangunan pertanian dalam arti umum. Puslitbang Hortikultura sebagai sumber utama inovasi teknologi pertanian harus menghasilkan invensi yang terencana, terfokus dengan sasaran yang jelas dan dapat diterapkan pada skala industri untuk memecahkan masalah aktual yang dihadapi masyarakat dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  7. Kerjasama dalam rangka adopsi dan inovasi bisnis (kerjasama lisensi). Kerjasama ini diarahkan untuk menghimpun external budget dari kegiatan alih teknologi berdasarkan undang-undang dan peraturan. Bentuk kerjasama ini belum ada landasan operasionalnya dalam memanfaatkan royalty sehingga berdampak pada lambannya alih teknologi hasil litbang. Dalam upaya meningkatkan eksternal budget perlu diupayakan penggunaan langsung pemasukan dari royalty.
  8. Kerjasama untuk percepatan cost recovery. Kerjasama penelitian diarahkan dalam rangka menghimpun sumber dana eksternal/cost recovery penelitian. Dana penelitian kerjasama dibandingkan dengan dana APBN akan mencerminkan berapa kemampuan dana penelitian untuk mem back up anggaran penelitian secara menyeluruh.
  9. Kerjasama untuk optimalisasi Kebun Percobaan dalam rangka meningkatkan PNBP. Kerjasama ini dapat dilakukan melalui 3 pola yaitu (1) Lahan digarap langsung oleh pegawai, (2) Lahan digarap oleh koperasi dan petani sebagai buruh yang dibayar langsung, dan (3) Lahan digarap oleh koperasi dan petani dengan sistim bagi hasil. Untuk menjamin tercapainya tujuan kerjasama secara optimal, maka selama pelaksanaan kegiatan kerjasama berlangsung, pihak koperasi dan Balai secara bersama-sama atau sendiri-sendiri berkewajiban melakukan pembinaan dan pengendalian terhadap pelaksanaan kegiatan baik administratif maupun teknis.
STRATEGI KERJASAMA PENELITIAN HORTIKULTURA 2010-2014
Beberapa strategi untuk mencapai program kerjasama tersebut meliputi :
  1. Melakukan pendekatan dan menggali sumber-sumber kerjasama baik kerjasama dalam negeri maupun kerjasama luar negeri
  2. Menyampaikan secara proaktif hasil-hasil penelitian hortikultura melalui seminar/workshop/road show kepada stakeholder
  3. Menyusun bank proposal komoditas hortikultura sebagai bahan kerjasama penelitian
  4. Memperkuat dan memperluas jejaring kerja dengan lembaga-lembaga penelitian pemerintah dan perguruan tinggi untuk mengoptimalkan penggunaan sumberdaya, menghilangkan tumpang-tindih penelitian, konvergensi program litbang dan meningkatkan kualitas penelitian,
  5. Memperkuat keterkaitan dengan swasta, lembaga penyuluhan dan pengambil kebijakan dengan melibatkan mereka pada tahap penyusunan program dan perancangan penelitian untuk mengefektifkan diseminasi hasil penelitian ,
  6. Meningkatkan keterlibatan dalam jejaring kerja internasional baik bilateral, multilateral maupun regional.
  7. Untuk kerjasama bilateral focus kegiatan tergantung pada tingkat kemajuan negara-negara mitra di bidang ekonomi dan IPTEK. Dengan negara-negara maju, seperti Amerika, Perancis, Jepang dan Australia, focus kegiatan pada peningkatan kemampuan peneliti-peneliti litbang di bidang metodologi dan bantuan dana penelitian. Dengan negara-negara yang tingkat kemajuannya setara dengan Indonesia, focus kegiatannya adalah pada tukar-menukar informasi, tenaga ahli atau kegiatan penelitian bersama; sedangkan dengan negara-negara yang tingkat kemajuannya dibawah Indonesia, maka Puslitbang Hortikultura perlu memberikan bantuan teknik, baik tenaga ahli, peralatan maupun pelatihan.
TARGET KERJASAMA PENELITIAN 2010-2014

Kemajuan pembangunan pertanian sangat dipengaruhi oleh kemajuan di bidang IPTEK. Dalam upaya akselerasi perakitan teknologi membutuhkan dana yang cukup besar. Untuk meningkatkan sumber dana penelitian dan mengurangi ketergantungan pendanaan dari APBN, sangat perlu diupayakan peningkatan penggalangan kerjasama dalam rangka meningkatkan sumber pendanaan eksternal (cost recovery). Upaya peningkatan pendanaan di luar APBN akan dilakukan melalui peningkatan kerja sama penelitian dan pemanfaatan hasil penelitian baik dalam negeri maupun luar negeri. Khusus kerjasama dalam negeri akan ditingkatkan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan swasta dengan mengacu pada PP 35/2008.

Share this Post: