Detail Berita

Bimtek Pendampingan Komoditas Bawang Merah, Bawang Putih, dan Kentang, IP2TP Gurgur

Blog Single
(Toba Samosir, 29/10/2021)- Setelah berjalan selama dua tahun, program Food Estate(FE) di Humbang Hasundutan (Humbahas) Sumatera Utara (Sumut) masih terus berprogres. Program yang digadang-gadang menjadi program lumbung pangan nasional ini, merupakan hasil kerja sama dari berbagai pihak dari hulu hingga hilir, dari pihak swasta, petani, praktisi, maupun pemerintah termasuk Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Balitbangtan turut andil dalam bagian penelitian dan pengembangan inovasi teknologi pertanian khususnya hortikultura melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura (Puslitbanghorti) yang disokong oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) -nya, yaitu Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa).

Terdapat tiga komoditas utama hortikultura yang dikembangkan di FE Humbahas, yaitu bawang merah, bawang putih, dan kentang. Digunakan varietas milik Balitbangtan dalam pertanaman di lokasi FE Humbahas, yang antara lain varietas Bawang Merah Batu Ijo, Bawang Putih Lumbu Hijau, dan Kentang Mendians. Sebagai bentuk komitmen Balitbangtan dalam pengembangan FE Humbahas ini, maka dilaksanakan bimbingan teknis pendampingan bagi ketiga komoditas tersebut. Kegiatan dilaksanakan di IP2TP Gurgur, Kabupaten Toba Samosir, Sumatra Utara pada tanggal 29 Oktober 2021. Kabupaten Toba Samosir sendiri merupakan kabupaten agraris, dengan sektor pertanian sebagai sektor terbesar dalam PDRB Kabupaten Toba Samosir yaitu sebesar 31,28%. 

Acara dibuka dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya bersama-sama oleh peserta bimtek, yang dilanjutkan dengan sambutan Dr.  Khadijah El Ramija, selaku Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Utara. Pada kesempatan tersebut, beliau berpesan agar acara bimtek ini dapat disyukuri dan dimanfaatkan sungguh-sungguh oleh peserta bimtek sebagai sarana menambah wawasan budidaya khususnya bawang merah, bawang putih, dan kentang.
 
Bimtek dilanjutkan dengan sambutan Asisten II Pemerintah Kabupaten Toba, Bapak Sahat M. Manullang. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan bahwa potensi pertanian di Kabupaten Toba masih sangat besar. “Baru 17.488 Ha lahan pertanian saja yang digarap menjadi sawah pertanian, sedangkan sisanya, yaitu 19.041 Ha adalah ladang/huma, dan 30.446 Ha masih tidak diusahai,” ujar Sahat.

Komoditas pertanian di Kabupaten Toba terdiri dari padi, jagung, dan kopi. Sementara komoditas eksisting hortikultura utama berupa cabai merah, bawang merah, dan kentang. Adapun komoditas hortikultura lain berupa tomat, sawi, terong, kacang panjang, dan buncis.

Diharapkan Kabupaten Toba kedepannya dapat semakin meningkatkan sektor pertanian, khususnya hortikultura, sehingga tidak tertinggal dengan kabupaten-kabupaten lain di Sumatra Utara, serta dapat menjadi KSPN Super Prioritas.
 
Acara dilajutkan dengan sambutan Dr. Rudi Hartono, SP. MP. mewakili Kepala Puslitbanghorti. Beliau sangat mengapresiasi antusias para petani menghadiri Bimtek hari ini. Diharapkan para petani dapat mengembangkan usaha taninya lebih dari sekedar bertani, tapi juga mengembangkannya menjadi bisnis, salah satunya dengan cara memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakya (KUR).
 
Setelah itu acara dilanjutkan dengan bimbingan teknis bawang merah oleh Bapak Jintamin Saragih Selaku Kepala IP2TP Gurgur. Acara diteruskan dengan bimbingan teknis bawang putih oleh Dr. Siti Maryam Harahap dari BPTP Sumut.

Kemudian bimbingan teknis diakhiri dengan topik budidaya kentang oleh Fatiani Manik, SP, peneliti Balitsa. Tak hanya pemaparan dari narasumber, peserta bimtek juga diberi kesempatan untuk berdiskusi terkait permasalahan pertanian yang dihadapi. Antusiasme peserta bimtek sangat terasa selama acara berlangsung. Salah satu peserta bimtek menyampaikan permasalah terkait pengendalian OPT dalam budidaya kentang. Dalam budidaya kentang maupun hortikultura, dibutuhkan pengaplikasian pestisida yang seimbang dan sesuai dengan gejala yang terjadi sehingga hasil yang diperoleh bisa optimal. Selain itu, penggunaan manajemen OPT yang baik seperti penggunaan agen hayati juga sangat disarankan karena lebih ramah lingkungan dan sehat. (MI/IMNS/OL/RH Photo by: MI

Share this Post: