Detail Berita

Badan Litbang Pertanian: Perkuat Perbenihan Jeruk Bebas Penyakit, Perkuat Gizi dan Nutrisi Masyarakat Indonesia

Blog Single
(Batu, 19/10/2021) Sebagai buah yang memiliki kandungan gizi, serat, serta vitamin C yang tinggi, jeruk menjadi buah primadona favorit nomor dua setelah pisang bagi masyarakat Indonesia. Selain kandungan nutrisi dan gizi yang tinggi, harga yang terjangkau serta kesesuaian lokasi budidaya dengan iklim dan topografi di Indonesia, menjadikan nilai tambah tersendiri bagi komoditas ini menempati tempat spesial di hati masyarakat. 

Sejalan dengan upaya mendukung penyediaan komoditas jeruk yang berkualitas, produksi optimal dan berkelanjutan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro), Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura (Puslitbanghorti) menyelenggarakan kegiatan Gelar Inovatif Teknologi Perbenihan Jeruk Bebas Penyakit mendukung Kawasan. Kegiatan ini menjadi panggung unjuk gigi bagi Balitbangtan setelah segala upaya panjang dalam penelitian dan pengembangan komoditas jeruk yang telah dilaksanakan selama 47 tahun terakhir.

Dalam rangkaian acara, Menteri Pertanian melepas sebanyak 11.975 benih jeruk bebas penyakit kepada penangkar serta stakeholder terkait. Adapun varietas jeruk yang dilepaskan beberapa merupakan hasil penelitian dan pengembangan Balitbangtan, antara lain Batu 55, Ortaji, dan RGL. Tak cukup sampai disitu, Menteri Pertanian RI juga melakukan pelepasan ekspor sebanyak 1 ton Jeruk Purut Varietas Puri Agrihorti ke Belanda dan Perancis.

Dilaksanakan juga launching buku Jeruk Sehat Nusantara yang di dalamnya antara lain mencakup teknologi perbenihan jeruk bebas penyakit, manajemen organisme pengganggu tanaman (OPT), teknologi produksi, serta inovasi pasca panen komoditas jeruk. Launching tersebut secara seremonial dilakukan oleh Menteri Pertanian RI. Kedepannya, buku ini diharapkan dapat menjadi panduan dan rujukan bagi praktisi, peneliti, maupun akademisi yang berkecimpung di bidang komoditas jeruk.
"Satu-satunya jalan untuk perbaiki negara adalah dengan perbaiki makanan. Perbaiki gizi dan nutrisi untuk rakyatnya. Perbenihan jeruk bebas penyakit ini merupakan kebutuhan kita di masa depan dalam menghadapi tantangan pertanian yang salah satunya adalah climate change," ujar Syahrul Yasin Limpo. Dalam arahannya, Mentan RI menyinggung agar seluruh bagian kementerian pertanian dapat bersinergi untuk merealisasikan penyediaan benih jeruk bebas penyakit di 34 provinsii di Indonesia.

Selain tiga rangkaian acara tersebut, sebagai bentuk kesungguhan penelitian, diseminasi, serta pengembangan di bidang pertanian, Balitbangtan dan Balitjestro juga melaksanakan penandatanganan kerja sama dengan beberapa instansi baik pemerintah maupun swasta. Instansi kerja sama, yaitu Univertas Islam Malang, Universitas Negeri Jember, Fakultas Pertanian Twibuwana Malang, PT Enrique Indonesia, PT Geo Dipa Jateng, Universitas Brawijaya, Kabupaten Sambas, dan Kabupaten Tuban. 
Masyarakat umum yang hadir dalam acara juga dimanjakan dengan akses informasi terkait penelitian dan pengembangan komoditas jeruk dan beberapa buah subtropika yang sudah dihasilkan melalui pameran produk, konsultasi, hingga sesi icip-icip pada booth yang telah disediakan. (IMNS/OL/RH|.


Share this Post: