Detail Berita

Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Riset Pengembangan Inovatif Kolabratif (RPIK) Mangga

Blog Single
Dalam era persaingan yang semakin ketat, setiap pelaku agribisnis hortikultura dituntut meningkatkan daya saing produk hortikultura yang dihasilkannya. Daya saing produk dapat ditelaah dari berbagai aspek; mulai dari mutu produk yang lebih baik, harga jual yang lebih rendah, desain dan kemasan yang lebih menarik, sampai pada pelayanan purna jual yang lebih terjamin. Inovasi secara berkesinambungan memungkinkan pelaku agribisnis meningkatkan daya saing produk hortikultura yang dihasilkannya. Melalui inovasi akan terjadi perbaikan-perbaikan dalam proses produksi, baik melalui adopsi teknologi maju diluar perusahaan, maupun melalui penelitian dan pengembangan dalam perusahaan sendiri. Hal demikian dapat menghasilkan produk yang memiliki daya saing yang lebih tinggi, baik berupa peningkatan kualitas produk, peningkatan desain produk, atau peningkatan efisiensi produksi. Setiap inovasi produk harus selalu diarahkan kepada kebutuhan pelanggan. Inovasi tanpa memperhatikan kebutuhan pelanggan dapat mengakibatkan kegagalan dalam pemasaran produk yang dihasilkan.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura  (Puslitbang Horti) menyelenggarakan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Riset Pengembangan Inovatif Kolabratif (RPIK) Mangga dengan Tema : Perbanyakan benih dan budidaya mangga berbasis inovasi dalam rangka peningkatan daya saing di pasar domestik dan ekspor pada tanggal 18-19 Juni 2021 di Graha Wijaya Praja Aula Lt II Setda Kabupaten Situbondo. Dimana tujuan dari kegiatan ini adalah mengintroduksikan teknologi perbanyakan benih mangga dan meningkatkan kompetensi peserta sebagai calon penangkar benih dan produsen buah mangga. 

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Puslitbang Hortikultura Balitbangtan Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si, dan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Situbondo, H. Syaifullah, MM, Kepala Bappeda Kabupaten Situbondo, Dra. Hj. Tri Cahya Setianingsih, MM, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Situbondo, Ir. Sentot Sugiyono, M.Si, Kepala Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Dr. Ir. Ellina Mansyah, MP, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur, calon penangkar benih, petani/produsen dan eksportir mangga. Jumlah peserta bimtek yang hadir secara off line sebanyak 200 orang dibagi menjadi 4 sesi mengikuti protokol kesehatan, sedangkan secara on line dapat diikuti melalui virtul dan youtube. 

Materi bimtek antara lain : a). Perbanyakan benih tanaman mangga berdasarkan SOP oleh Ir. Karsinah, M.Si; b). Peningkatan produksi dan kualitas mangga berbasis inovasi teknologi UHDP dan off season oleh Sri Yuliati, SP., M.Si; c). Penanganan dan pascapanen guna perbaikan kualitas mangga dan peningkatan nilai tambah (Dr. Siti Mariana Widayanti; d). Penanganan OPT teknologi mode of action oleh Affandi, SP., M.Sc., Ph.D; dan e). Solusi praktis guna membangkitkan potensi ekonomi dan pemasaran mangga di pasar domestik dan ekspor oleh PT. Trigatra.

Share this Post: