PUSLITBANG HORTIKULTURA   

Kerja Sama Balitbangtan Dengan Kabupaten Bintan Sebagai Langkah Awal Pengembangan Salak Sari Intan

“Teknologi berfungsi sesuai kebutuhan pelanggan, teknologi dapat menghasilkan keuntungan, teknologi tanpa disebarkan tidak akan bermanfaat”. Untuk itulah Balitbangtan, selalu pro aktif mendiseminasikan hasil teknologinya untuk diterapkan dan memberikan manfaat kepada pengguna. Tepatnya di Kabupaten Bintan, kali ini teknologi Balitbangtan dikembangkan. Pada hari Selasa, 27 Oktober 2015 telah bersepakat antara Kepala Balitbangtan yang diwakili oleh Ka Puslitbang Hortikultura, Dr. M Prama Yufdy dengan Penjabat Bupati Bintan, Drs. Doli Boniara, MSi untuk mengembangkan salak Sari Intan berbasis inovasi. Hadir dalam acara yaitu Kepala Balitbu Tropika, Kepala LPTP Kepri, peneliti Balitbangtan, Kepala Dinastan dan Perkebunan Kab Bintan serta jajarannya. “Pengembangan Salak Sari Intan sangat penting karena salak ini mempunyai keunggulan tersendiri dengan rasa manis, renyah, sedikit berair dan sedikit asam, diharapkan menjadi icon buah khas Bintan yang akan mewarnai agrowisata Bintan, sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani di Bintan” demikian pesan Ka Balitbangtan yang disampaikan Ka Puslitbang Hortikultura, yang disambut baik oleh Bupati Bintan.  

Penandatanganan Naskah Kesepahaman Balitbangtan dengan Kab Bintan
[Pj Bupati Bintan Drs. H. Doli Boniara, MSi (kiri) Balitbangtan Dr. Ir. M. Prama Yufdy, MSc (kanan)] 

Pada kesempatan tersebut Pj Bupati Bintan menyampaikan perlunya penerapan kearifan lokal dengan menyelamatkan produk dalam negeri, jangan banyak impor, karena sebenarnya Kab Bintan mempunyai potensi lahan yang luas, pangsa pasar yang masih terbuka, serta mempunyai  industri pariwisata ditambah dengan perhatian Pemda memberikan peluang yang besar untuk pengembangan agribisnis Salak Sari Intan. Untuk itu perlu dukungan teknologi dan tenaga ahli Balitbangtan untuk menggelar inovasi teknologinya.  

Penandatanganan Naskah Kesepahaman ini adalah sebagai titik tolak komitmen kedua belah pihak untuk saling bahu membahu mewujudkan berkembangnya salak Sari Intan secara masal. Balitbangtan melalui Puslitbang Hortikultura (Balitbu Tropika) siap menurunkan tenaga ahlinya dalam mengawal, mendampingi dan sebagai nara sumber untuk perbenihan dan budidaya salak Sari Intan, sedangkan Pemkab Bintan melalui Dinas Pertanian Kab Bintan siap mengalokasikan anggaran untuk perbenihan, menyediakan sarana dan prasarana serta mengawal petani melalui para penyuluhnya untuk pengembangan salak Sari Intan ini.

Harapannya dengan sentuhan teknologi akan dapat mewujudkan impian dan angan semua pihak untuk terwujudnya Salak Sari Intan sebagai icon di Kab Bintan, yang kemudian dikembangkan dengan skala agribisnis untuk dapat mensejahterakan petani setempat.

Publikasi