PUSLITBANG HORTIKULTURA   

Kerjasama dengan Balitbangtan, Sulawesi Selatan akan jadi sumber benih bawang merah di Kawasan Timur

Sebagian besar petani di kabupaten Enrekang menanam bawang merah dan telah menjadi komoditas andalannya. Varietas Bima mendominasi lahan bawang merah petani, selain varietas Maja. Tanaman bawang mereka berada pada dataran medium hingga tinggi, di lahan yang kadang di sela bebatuan. Sejauh mata memandang adalah hamparan pertanaman bawang dengan irigasi sprinkle yang mereka usahakan sendiri, di sela alamnya yang berbukit-bukit. Saat musim panen, pemandangan di lahan sontak berubah, dengan munculnya tenda berwarna oranye menyolok. “Tinggal hitung, berapa jumlah tenda di lembah itu, sudah ketahuan berapa ton yang dihasilkan, dan lembaran rupiahnya” ujar Arsil Magenda, Kadistan kabupaten Enrekang sambil menunjuk ke arah lembah yang terlihat dari jalan raya. Begitulah cara petani, menangani bawangnya setelah panen di tenda, setiap satu tenda berisi satu ton. “Enrekang juga sudah kirim benih ke Papua 2,5 ton” tambahnya menjelaskan potensi pengembangan bawang Enrekang. Salah satu keunggulan petani Enrekang adalah menghasilkan bawang merah saat Jawa sedang tidak panen.

Selain Bima dan Maja, petani menyukai varietas Trisula yang berwarna merah Fanta dan laku dengan harga lebih tinggi, saat Balitbangtan mengenalkan varietas unggul tahun lalu. Untuk menguatkan perbenihan bawang merah dan teknologi lainnya, serta keinginan menjadi sentra benih bawang di kawasan timur Indonesia, pemkab Enrekang menandatangani kerja sama dengan Balitbangtan pada Senin 15 Desember 2014 di BPTP Sulsel. Untuk menyiapkan benih bawang merah, telah ditanam di KP Jeneponto, bawang merah dari biji (True Shallot Seed = TSS) varietas Trisula. Saat ini sedang menanam lagi benih bawang merah TSS varietas Trisula. Direncanakan pada tahun 2015, Balitbangtan akan mengembangkan benih bawang TSS di Jeneponto. 

Pada waktu yang sama, Balitbangtan yang diwakili Kepala Puslitbang Hortikultura juga menandatangani kerja sama dengan Yayasan Nusantara Lestari Persada untuk pengembangan perbenihan dan hortikultura di Sulsel. Kerja sama ini diharapkan menjadi gerbang menderaskan arus teknologi kepada petani dan pengusaha untuk maju bersama menjadikan Sulsel produsen hortikultura.






Publikasi