PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Cabai Rawit Prima Agrihorti: Membaranya Semangat Balitbangtan Wujudkan Pertanian Maju, Mandiri, dan Modern

Cabai Rawit Prima Agrihorti: Membaranya Semangat Balitbangtan Wujudkan Pertanian Maju, Mandiri, dan Modern

(Cigombong, 27/08/2021). Sebagai salah satu bentuk komitmen Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang kini telah mengabdi untuk negeri selama 47 tahun dalam membangun pertanian yang maju, mandiri, modern, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura (Puslitbanghorti) beserta Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) juga turut mendukung komitmen tersebut melalui hilirisasi inovasi teknologi utamanya hortikultura yang telah dihasilkan. Telah banyak inovasi teknologi yang telah dihasilkan oleh Balitbangtan, diantaranya adalah Varietas Unggul Baru Cabai Rawit Prima Agrihorti. Cabai rawit sendiri merupakan komoditas penting bagi masyarakat Indonesia yang dimanfaatkan sebagai bumbu dapur. Mengingat cukup pentingnya cabai bagai masyarakat, maka Balitbangtan melakukan penelitian dan pengembangan cabai rawit dengan kualitas maupun kuantitas yang memuaskan.

Penelitian dan pengembangan inovasi teknologi yang telah dihasilkan tak bisa berhenti sampai disitu saja, namun harus dapat didiseminasikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Dalam upaya diseminasi dan pemanfaatan Varietas Unggul Baru Cabai Rawit Prima Agrihorti, Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP) bersama tim Puslitbanghorti dan Balitsa mengunjungi PT Tiara Buana Mandiri sebagai calon lisensor. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memverifikasi kelayakan PT Tiara Buana Mandiri untuk menjadi lisensor untuk Varietas Cabai Rawit Prima Agrihorti milik Balitbangtan.

Dalam kunjungan, ditinjau berbagai persyaratan baik administratif maupun sarana dan prasarana yang dimiliki PT Tiara Buana Mandiri selaku calon lisensor. Sarana dan prasarana yang ditinjau antara lain laboratorium uji benih, rumah kasa, dan berbagai mesin yang dibutuhkan untuk proses komersialisasi Cabai Rawit Prima Agrihorti.

Kemudian mengapa ada lisensor dan apa saja keuntungan lisensor ketika mendapat hak lisensi dari suatu inovasi teknologi? Dalam pemahaman secara sederhana, Balitbangtan merupakan instansi pemerintah yang bertugas menghasilkan inovasi teknologi pertanian, namun tidak diperbolehkan melakukan komersialisasi hasil penelitian dan pengembangan tersebut. Untuk dapat mengomersialisasikan hasil tersebut, maka Balitbangtan bekerja sama dengan pihak lain untuk melakukan komersialisasi. Keuntungan yang didapatkan lisensor adalah berupa lisensi dimana suatu perusahaan ataupun perseorangan (breeder) memiliki hak untuk memperbanyak benih sebar untuk dibudidayakan sendiri maupun dikomersialisasikan.

Melalui kerja sama yang sinergis antara penghasil inovasi teknologi dengan pihak pendistribusinya, maka pemenuhan kebutuhan produk hortikultura yang bermutu dan mudah diakses bagi seluruh rakyat Indonesia bukan lagi menjadi angan belaka. "Kita semua berharap, agar kedepan lebih banyak lagi kerja sama semacam ini agar inovasi teknologi hortikultura dapat terdiseminasikan dan termanfaatkan untuk pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern. Kita sangat terbuka untuk kerja sama lisensi." Pungkas Apri Laila Sayekti, selaku Subkoordinator Kerja Sama Puslitbanghorti. (IMNS/ALS).

Publikasi