PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Pembuahan Durian Diluar Musim dan Memperpanjang Masa Panen

Pembuahan Durian Diluar Musim dan Memperpanjang Masa Panen

Mengatur pembuahan durian agar dapat lebih panjang dari waktu normal dapat dilakukan dengan mengatur pola varietas, lokasi, dan pembuahan diluar musim.

Teknologi pembuahan diluar musim merupakan teknik membuahkan tanaman dengan memanfaatkan mekanisme hormonal dengan pemacuan menggunakan ZPT atau berdasarkan kinerja tanaman dan iklim. Penggunaan ZPT yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan tanaman sehingga perlu diaplikasikan secara bijak. Pelaksanaan pembuahan berdasarkan kinerja tanaman dan iklim diperlukan kepiawaian dalam membaca indikator tanaman dan iklim. 

Syarat utama agar tanaman dapat diperlakukan untuk pembuahan diluar musim baik berdasarkan mekanisme hormonal maupun kinerja tanaman dan iklim adalah kondisi tanaman dalam keadaan prima, sehingga perawatan tanaman terutama kecukupan hara dan air selama pertumbuhan harus diperhatikan.

Pembuahan tanaman tahunan tidak hanya berbicara tentang hasil buah satu musim, tetapi juga bagaimana tanaman secara berkesinambungan menghasilkan buah dari waktu ke waktu yang berlangsung sampai puluhan tahun. Oleh karena itu keberhasilan membuahkan durian pada satu musim belum dikatakan berhasil apabila pada musim berikutnya tanaman tidak mampu berbuah dengan baik atau tanaman justru tidak lagi mampu bertahan hidup secara optimal. Apalagi buah durian yang memiliki unsur kualitas yang komplek tidak hanya rasa manis/tidak manis saja, menyebabkan kualitas buah mudah berubah karena pengaruh lingkungan.

Dua faktor utama yang mendukung tanaman durian berbunga dan berbuah dengan baik adalah faktor internal tanaman (kesehatan tanaman, fitohormon) dan eksternal atau lingkungan (suhu, cahaya, kelembaban, hara). Kesehatan tanaman terkait dengan kondisi kecukupan hara untuk mendukung inisiasi bunga dilanjutkan dengan fruit set dan pengisian buah. 

Setiap fase perkembangan membutuhkan hara tertentu yang dominan sehingga menghasilkan buah dengan kualitas yang diharapkan. Juga sangat penting diperhatikan adalah bagaimana menyiapkan tanaman dengan daun berkualitas prima agar mampu menopang proses fotosintetis secara maksimal karena daun merupakan dapur utama dari buah yang akan dipanen.

Setelah tanaman dalam kondisi prima, perlu suatu kondisi yang mendorong perubahan proses fisiologis tanaman dari vegetatif ke proses generatif. Kondisi ini terkait proses hormonal di dalam tanaman yang diinisiasi oleh kondisi stress lingkungan. Stress dimulai dengan kondisi kekurangan air di dalam tanah didukung perubahan temperatur terutama perbedaan suhu siang-malam yang cukup lebar dari kondisi normal.

Panca Djarot Santoso - Puslitbang Hortikultura