PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Keragaman Pepaya Lokal di Kabupaten Tanah Datar dan Pariaman Sumatera Barat

Keragaman Pepaya Lokal di Kabupaten Tanah Datar dan Pariaman Sumatera Barat

Salah satu syarat yang harus dipenuhi pada industrialisasi pertanian adalah ketersediaan varietas unggul yang produktif, untuk menghasilkan komoditas tanaman buah-buahan yang unggul dapat dilakukan apabila tersedianya keragaman sumber genetik yang dituju/diinginkan. Pengumpulan sumber daya genetik dengan cara eksplorasi, karakterisasi adalah langkah-langkah yang diperlukan dalam upaya penyediaan sumber genetik dalam perbaikan tanaman.

Propinsi Sumatera Barat adalah salah satu sentra produksi Pepaya terbesar di Indonesia. Keragaman Pepaya lokal sangat tinggi. Dari hasil eksplorasi tersebut di dapat 10 jenis pepaya daerah Tanah Datar dan 8 jenis di daerah Pariaman. Keragaman yang ada antara lain pada bentuk dan ukuran buah. Buahnya termasuk dalam tipe buah berdaging dengan bentuk bulat telur sampai lonjong, kulit luar tipis, dan daging buah tebal dengan rongga besar di tengah.

Buah Pepaya daerah Tanah Datar mempunyai bobot buah mencapai 1,2 sampai dengan 6 kg dengan tingkat kemanisan antara 8 – 13 Brix°, bentuk buah lonjong memanjang (elongata) dan warna daging buah kuning orange dan kuning. Warna daging buah kuning jarang disukai oleh konsumen karena warnanya yang kurang menarik, warna daging buah yang disukai oleh konsumen adalah yang berwarna kemerahan.

Eksplorasi daerah Pariaman diperoleh 8 aksesi yang mempunyai bobot buah relatif besar antara 1,7 – 4,4 kg dan mempunyai cita rasa yang kurang manis dengan TSS berkisar antara 5 – 10 Brixo. Berdasarkan dari hasil TSS (kadar gula) pepaya daerah Pariaman lebih sesuai untuk buah olahan  karena rasa buahnya yang kurang manis dan warnanya yang lebih dominan (kuning orange). 

Dewi Fatria, Noflindawati, Tri Budiyanti dan Sunyoto - Puslitbang Hortikultura