Detail Berita

Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Komoditas Alpukat, Malino

Blog Single

Di era tahun 80 - an Malino dikenal sebagai daerah penghasil "Alpukat Malino". Namun saat ini keberadaanya sudah mulai jarang dijumpai dan tergantikan dengan Alpukat Maumere. Dilaporkan oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa, pada tahun 2019 tanaman alpukat di Malino hanya tersisa 2000 pohon. Tak hanya jumlah pohon yang semakin berkurang, produktivitas pohon akibat usia yang sudah tua juga menjadi faktor menurunnya produksi alpukat di Malino. Hal ini perlu menjadi perhatian tak hanya pemerintah daerah namun juga pemerintah pusat.

 

Untuk kembali menjadikan Malino sebagai sentra produksi alpukat, pada tahun 2021 telah dilakukan kegiatan penanaman 1000 pohon alpukat. Kegiatan ini juga didukung oleh Badan Litbang Pertanian/BSIP melalui Puslitbang Hortikultura dan Balitbu Tropika yang memberikan pendampingan teknis top working budidaya alpukat. Tak berhenti sampai di situ, Badan Litbang Pertanian/BSIP ingin terus melakukan pendampingan salah satunya melalui kegiatan bimbingan teknis.

 

Bimbingan teknis inovasi komoditas alpukat diselenggarakan di Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan pada hari Senin, 14 November 2022. Acara dibuka secara langsung oleh Plt. Kepala Badan Litbang Pertanian Prof. Dr. Fadjry Djufry, M.Si. Dalam arahannya, Prof. Fadjry menyampaikan bahwa di tengah kondisi pandemi Covid - 19 Indonesia masih mampu mendapatkan penghargaan dunia atas capaiannya selama 4 tahun berturut-turut swasembada beras. Tidak menutup kemungkinan ke depan Indonesia menjadi negara yang berpotensi sebagai penghasil komoditas ekspor salah satunya alpukat. Indonesia termasuk negara kelima terbesar penghasil alpukat yang diekspor ke negera Malaysia dan Timur Tengah. Dengan potensi yang dimiliki Malino sebagai sentra alpukat, perlu dikembangkan alpukat yang sesuai standar untuk meningkatkan daya saing alpukat yang bermutu dan berkualitas agar dapat menembus pasar ekspor. Alpukat diharapkan tidak hanya sekedar buah meja, namun juga dapat diolah menjadi produk turunan sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dan membuka peluang potensi wisata alpukat di Malino. Hal ini guna mewujudkan pengembangan kawasan alpukat berbasis agrowisata. Diharapkan juga petani alpukat di Malino dapat memproduksi benih sebar secara mandiri yang berkualitas dan terstandar.

 

Bimtek turut dihadiri oleh Kepala Puslitbang Hortikultura Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si dan Koordinator KSPHP Puslitbang Hortikultura Yunimar, S.Si, M.Si selaku pelaksana, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan BPTP Sulawesi Selatan Dr. Syamsudin M.Sc beserta Koordinator Program Sri Sasmita Dahlan, SP, M.Si dan Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa Nurliyah Djamir, S.Pi. Materi bimtek disampaikan oleh Kuswandi, SP, M.Si dari Balitbu Tropika.

 

Setelah penyampaian materi, petani terlihat antusias saat melakukan diskusi dengan narasumber. Salah satu petani menyampaikan harapan kedepannya dapat dilakukan pendampingan budidaya organik untuk menghasilkan kualitas alpukat yang lebih baik. (KEM)


Share this Post: