Detail Berita

Genjot Produksi Cabai dengan Proliga Cabai

Blog Single
Cabai (Capsicum annuum) merupakan komoditas sayuran yang dikonsumsi oleh hampir seluruh penduduk Indonesia setiap harinya, baik dalam bentuk cabai segar maupun olahan, seperti cabai bubuk dan cabai kering. Tekanan untuk meningkatkan produksi cabai setiap tahun, tidak terlepas dari peningkatan konsumsi masyarakat akibat dari pertambahan jumlah penduduk, serta adanya konservasi lahan non pertanian. 

Pada tahun 2017, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balai Penelitian Tanaman Sayuran telah menghasilkan beberapa komponen teknologi cabai yang dapat memberikan hasil produksi berlipat ganda dalam satu lahan, teknologi ini dikenal dengan paket teknologi produksi lipat ganda (Proliga). Salah satu kelebihan teknologi Proliga, yaitu dapat diterapkan baik pada saat on season maupun off season. Teknologi Proliga untuk cabai on season telah banyak dilakukan di Pulau Jawa, sedangkan kajian off season dikembangkan pada lokasi yang memiliki tipologi iklim yang berbeda dengan di Pulau Jawa, seperti di NTT, NTB, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tenggara.

Terobosan teknologi Proliga difokuskan pada penggunaan benih unggul, persemaian sehat teknologi pemupukan secara lengkap dan berimbang, teknologi pengendalian OPT secara terpadu serta penanganan pasca panen. Dalam hal penggunaan benih unggul, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah menghasilkan beberapa varietas cabai unggulan yang memiliki potensi hasil cukup tinggi, mampu beradaptasi dengan baik pada musim kemarau basah dan juga tahan pada OPT penting seperti penghisap daun, antroksa dan virus belang. Varietas unggulan tersebut antara lain adalah, Lembang-1, Kencana, Tanjung-1, Ciko, Rabani Agrihorti dan Prima Agrihorti.

Teknologi pemupukan pada Proliga dapat menghemat penggunaan pupuk dan pestisida, hal ini tentunya dapat menjadi pertimbangan petani untuk mengadopsi paket teknologi Proliga, sebab seperti yang diketahui bahwa biaya tertinggi pada usaha tani cabai adalah pada pemberian pupuk dan pestisida.

Tak lupa, penerapan teknologi Proliga cabai perlu didukung oleh sinergitas seluruh lembaga terkait secara konsisten dan terpadu. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) yang ada disetiap provinsi selalu siap untuk mendampingi petani dan mendiseminasikan teknologi Proliga cabai ini, baik melalui kegiatan bimbingan teknis, pameran, demplot, temu lapang dan temu teknologi. (Krn)
Share this Post: