PUSLITBANG HORTIKULTURA   

Budidaya dan Produksi Benih False Coriander

Rinda Kirana, Redy Gaswanto, dan Iteu M. Hidayat

I. Pendahuluan
False koriander dikenal dengan nama Walang (Sunda), merupakan sayuran daun beraroma kuat, dipakai sebagai penguat rasa seperti seledri. Merupakan tanaman tahunan berbentuk semak dan berdaun tajam. Biasanya banyak tumbuh sebagai gulma di dataran medium sampai dataran tinggi.

II. Kultur Teknis
Tanam
Walang diperbanyak melalui biji atau stek. Sebaiknya biji walang disemai terlebih dahulu pada baki atau bedeng persemaian selama 1-3 bulan. Jarak tanam yang sering digunakan adalah 30 cm x 30 cm.
Pemupukan
Selama periode pertanaman dilakukan empat kali pemupukan seperti pada tabel berikut :
Aplikasi
Waktu
Jenis Pupuk
Dosis
1
Saat tanam
1. kotoran kuda/domba/ayam
2. NPK 15 : 15 : 15
1. 20 kg/ha
2. 10 g/tanaman
2
10 hst
NPK : 15:15:15
10 g/tanaman
3
20 hst
NPK : 15:15:1510 g/tanaman
4
30 hst
NPK : 15:15:1510 g/tanaman
hst : hari setelah tanam
Panen
Umur dua bulan setelah tanam mulai dipanen terus-menerus dengan interval dua minggu sekali. Bagian yang dipanen adalah daun muda.
III. Produksi Benih
Budidaya produksi benih
Budidaya untuk produksi benih walang hampir sama seperti budidaya tanaman untuk konsumsi, kecuali ada perlakuan yang bertujuan untuk menjaga kemurnian genetik benih yang dihasilkan, yaitu dengan isolasi jarak dan seleksi (roguing). Walang termasuk tanaman yang menyerbuk silang (cross pollinated) melalui serangga, sehingga diperlukan isolasi jarak sekitar 400-1000 m. Seleksi (roguing) tanaman dilakukan pada fase pertumbuhan vegetatif, fase berbunga, dan fase berbuah, meliputi :
keseragaman pertumbuhan, bentuk daun, warna bunga, bentuk buah dan lain-lain.
Waktu pemanenan untuk benih
Waktu panen benih walang sekitar 165 hari setelah semai, dicirikan dengan buah walang telah berwarna coklat. Buah walang berukuran kecil, dipanen dengan cara dipotong, untuk selanjutnya dilakukan pengeringan.
Pengeringan
Buah walang dikeringkan di bawah sinar matahari selama 3 hari, sambil dibalik supaya pengeringan berlangsung secara merata. Setelah kadar air biji telah mencapai sekitar 5.0 - 8.0 %, maka dapat dilakukan prosesing benih.
Prosesing benih
Prosesing benih dilakukan dengan cara meremas buah yang telah kering, sehingga biji walang yang ada didalamnya terkupas, keluar bersama kotoran benih lainnya. Selanjutnya dilakukan pembersihan benih dengan cara ditampi secara hati-hati mengingat ukuran biji yang sangat kecil. Setelah biji bersih dari kotoran benih, maka segera dilakukan pengemasan benih. Hasil produksi
benih biji walang rata-rata sekitar 3 g per tanaman.
Pengemasan benih
Benih atau biji walang dapat dikemas dalam kemasan kertas, namun akan lebih baik lagi jika menggunakan kemasan alumunium foil, karena sifatnya yang kedap udara. Jika memungkinkan udara yang ada dalam kemasan alumunium foil juga dikeluarkan dengan menggunakan alat penghisap (vacuum), sehingga kadar air benih awal dapat dipertahankan.
Penyimpanan Benih
Benih yang dikemas dalam kemasan kertas harus disimpan dalam stoples kaca yang telah diberi bahan desikan, seperti : silika gel; arang; abu gosok, sehingga udara didalam stoples diharapkan tetap kering dan dapat mempertahankan kadar air benih awal. Untuk benih yang dikemas dalam kemasan alumunium foil sebaiknya juga disimpan dalam wadah stoples yang tertutup. Selanjutnya stoples disimpan di tempat yang kering dan sejuk. Jika memungkinkan dapat disimpan dalam gudang
benih yang suhu dan kelembabannya dapat diatur (t = 18 oC; RH = 30%).