PUSLITBANG HORTIKULTURA   
BUDIDAYA DAN PRODUKSI BENIH BASELLA

BUDIDAYA DAN PRODUKSI BENIH BASELLA

Palada, M.C. dan L.C. Chang,
diterjemahkan dan disarikan serta dilengkapi oleh Iteu M. Hidayat

I. Pendahuluan
Basella (Basella rubra L, dan B. alba L.) dikenal dengan nama gandola, bayam ceylon, bayam Malabar, bayam India dan bayam rambat, merupakan tanaman merambat tahunan, tapi kadang kadang dibudidayakan sebagai sayuran semusim. Batangnya sukulen dengan daun yang lunak. Tumbuhnya cepat, produktif, merupakan sayuran daun untuk pekarangan dan dijual. Basela merupakan sumber vitamin A dan C terutama jenis yang berbatang merah. Tumbuh di daerah panas dan lembab. Temperatur rendah memperlambat pertumbuhan dan menghasilkan daun yang kecil. Naungan akan menyebabkan lebih lebar dibandingkan dengan daun tanaman yang ditumbuhkan di bawah matahari penuh. Penyinaran <13 jam menyebabkan pembungaan. Basella dapat ditumbuhkan diberbagai kondisi tanah, akan tetapi tanah lempung berpasir lebih disukai terutama bila dilengkapi dengan bahan organik. pH tanah yang dianjurkan 5.5 - 8.0. Ada dua tipe Basella alba L berdaun hijau tua, lonjong hampir bulat, B. rubra L. Berdaun hijau, lonjong-bulat dan berbatang merah.

II. Kultur Teknis
Persiapan tanam
Basella ditanam baik langsung maupun tidak langsung atau menggunakan stek tanpa dan dengan akar. Untuk tanam langsung, tanah yang diolah dengan baik dibuat bedengan, kemudian benih disemai dalam alur sedalam 1.0 - 1.5 cm dan jarak 10 -15 cm, dan 5 cm jarak dalam alur. Tutup benih dengan kompos. Setelah mempunyai 2 daun, kurangi hingga jaraknya 10 - 15 cm. Diperlukan sekitar 50 000 tanaman/ha, dan 10 kg/ha benih. Bila ditanam secara tidak langsung, benih dapat disemaikan dalam baki atau bedengan persemaian. Medium persemaian terdiri dari campuran kompos dan tanah yang sudah disterilkan dengan dikukus selama 2 jam. Bila sudah berdaun dua, semaian dipindahkan ke bumbunan, kemudian dipelihara di persemaian dengan pengairan yang cukup. Naungan di pesemaian dikurangi bila semaian akan dipindahkan ke lapangan kalau semaian sudah mempunyai lima daun. Bila menggunakan stek batang, gunakan stek batang sepanjang 20 - 25 cm dengan 3 - 4 buku biasanya diambil dari panen pertama tanaman basela yang sudah ada. Sebelum ditanam, rendam stek dalam air 1-3 hari untuk menumbuhkan akar. Buat lubang sedalam 5 - 10 cm dan tanam 2 - 3 stek/lubang. Jarak antar alur 20 - 30 cm dan dalam alur 15 - 20 cm.
Segera siram setelah tanam.
Pemupukan
Basela dapat hidup pada kesuburan tanah sedang, akan tetapi sangat tanggap terhadap pemupukan N dan pupuk organik. Kombinasi pupuk organik dan anorganik meningkatkan hasil dan memelihara kesuburan tanah. Pemupukan yang diberikan tergantung pada kesuburan tanah, tipe tanah, dan kandungan bahan organik tanah. Sebagai contoh pemupukan disajikan di bawah ini:

Hara
Sebelum tanam
10 hst
20 hst
30 hst
Kompos
10.000



N
48
30
8
8
K2O5
64
8
8
0
K2O
48
15
8
0

Pengairan
Karena sangat sukulen, basella memerlukan air yang banyak. Pengairan harus dilakukan terutama setelah semai atau penanaman di lapangan untuk menjamin pertumbuhan yang baik. Pengairan yang cukup menjamin pertumbuhan yang subur. Akan tetapi hindari pengairan yang berlebihan karena menyebabkan perkembangan penyakit dan pencucian hara. Menjelang musim penghujan, buat drainasi, tinggikan bedengan, bersihkan saluran dan buat tempat penampungan yang lebih besar untuk drainasi cepat kalau hujan lebat.

Penyiangan gulma

Pengolahan tanah yang sempurna merupakan pencegahan tumbuhnya gulma. Biji basella lambat tumbuh sehingga penyiangan diperlukan pada tanam langsung. Mulsa dianjurkan untuk mengurangi persaingan dengan gulma, pemampatan tanah, erosi dan kehilangan kelembaban. Mulsa organik harus bebas biji gulma, dan digunakan sebelum atau sesudah semai atau tanam. Tebarkan mulsa bila biji yang ditanam langsung sudah mencapai tinggi 10-15 cm.

Pengendalian hama dan penyakit tanaman

Basela sangat rentan terhadap serangga daun seperti leafminer dan ulat. Untuk mencegahnya adalah dengan menutup tanaman dengan net jala 32 mesh atau lebih halus. Bila pestisida digunakan, pilihlah yang sesuai target dan rekomendasi, pilih pestisida dengan persistensi pendek. Penyakit yang menyerang basella adalah bercak daun yang disebabkan Cercospora, Alternaria atau Colletotrichum. Budi daya yang baik dapat mencegah serangan penyakit, misalnya: rotasi tanaman, sanitasi kebun, jarak tanam yang cukup, pengairan alur.

Panen

Basella bisa dipanen 30-45 hari setelah tanam (hst). Panen dapat dilakukan sekali atau beberapa kali. Untuk panen sekali, batang atau tunas dengan panjang 15 -25 cm dipotong dekat dengan permukaan tanah, dicuci dan diikat. Untuk panen beberapa kali, daun muda dan tunas dipanen dalam interval satu minggu. Panen yang berulang menghambat pembungaan dan merangsang tunas samping. Bila tunas memanjang karena tidak dipanen, maka tanaman perlu ditunjang dengan tralis. Sayuran daun seperti basella cepat layu, karena itu perlu dipanen sore hari atau pagi hari dan ditempatkan pada tempat yang sejuk dan terlindung dari sinar mata hari.

III. Produksi Benih
Persyaratan tanah
Pertumbuhan tanaman untuk produksi benih dapat disesuiakan dengan persyaratan untuk produksi tunas untuk konsumsi.
Panen dan prosesing benih
Biji basella mencapai kematangan fisiologis 45 hari setelah pembungaan (hsp) dengan daya kecambah 94 - 96.5%. Waktu panen biji yang optimum 35 - 40 hsp dengan warna buah ungu tua. Biji diekstraksi 1-2 hari menghasilkan daya kecambah yang lebih baik (98%) dibandingkan tanpa fermentasi.