PUSLITBANG HORTIKULTURA   
BUDIDAYA DAN PRODUKSI BENIH LABU KUNING

BUDIDAYA DAN PRODUKSI BENIH LABU KUNING

Rinda Kirana, Redy Gaswanto, dan Iteu M. Hidayat

I. Pendahuluan

Genus cucurbita mempunyai lebih dari 25 spesies, daerah asalnya dari Mexico. Buah, daun dan bunga dapat digunakan sebagai sayuran, sedangkan biji labu kuning dapat dikonsumsi sebagai makanan ringan.  Dalam 100 g bagian yang dapat dimakan terkandung 85-91 g air, 0.8-2.0 g protein, 0.1-0.5 g lemak, 3.3-11.0 g karbohidrat, 340-7800 IU vitamin A, 0.07-0.14 mg vitamin B1, 0.01-0.04 vitamin B2, 0.5-1.2 mg niacin, 6-21 mg vitamin C, 14-48 mg Kalsium, 70 mg Fe, 16-34 mg Mg, 21-38 mg P, dengan total energi sebesar 85-170 kJ.  Melihat dari kandungan tersebut terlihat bahwa labu kuning merupakan sumber vitamin A.

II. Kultur Teknis
Syarat tumbuh
Labu kuning tumbuh baik di daerah tropis dari dataran rendah hingga 1500 m dpl. Beradaptasi dengan baik pada kondisi hangat dengan temperatur 18-27 °C. Namun tanaman ini cukup sensitif terhadap lama penyinaran yang dapat mempengaruhi perbandingan antara jumlah bunga betina dan jantan.
Tanam
Labu kuning tumbuh merambat, sehingga membutuhkan penyangga seperti tralis atau para-para setinggi 2-3 m.  Diperbanyak secara generatif, tetapi bisa juga melalui perbanyakan vegetatif.  Jarak tanam labu kuning 1-1.5 m antar baris dan 60-120 cm antar tanaman dalam baris. 
Pemupukan
Dosis pupuk yang direkomendasikan adalah 100 kg/ha N, 40 kg/ha P, dan 80 kg/ha K.
Pengendalian hama dan penyakit
Penyakit yang sering menyerang labu kuning adalah antraknos,  penyakit embun tepung, bercak daun, scab, serta virus seperti CMV, WMV-2,PRSV-W, ZYMV, dan SLCV.  Sedangkan hama yang sering menyerang tanaman ini adalah hama pemakan daun (Epilachna) dan hama penggerek batang.
Panen
Panen pertama dapat dimulai pada 50-60 hari setelah tanam. Panen buah labu kuning dilakukan terus menerus dengan interval 2-3 kali per minggu.

III. Produksi Benih
Budidaya produksi benih
Budidaya untuk produksi benih labu kuning hampir sama seperti budidaya konsumsi, kecuali ada perlakuan isolasi jarak dan seleksi (roguing) untuk menjaga kemurnian genetik benih yang dihasilkan.  Tanaman labu kuning termasuk tanaman yang menyerbuk silang (cross pollinated) dengan perantara serangga, sehingga diperlukan isolasi jarak sekitar 1000 m. Seleksi tanaman dilakukan pada fase pertumbuhan vegetatif, fase berbunga, dan fase berbuah, meliputi : keseragaman pertumbuhan, bentuk daun, warna bunga, bentuk buah dan lain-lain          
Waktu pemanenan benih
Waktu panen benih labu kuning sekitar 135 hari setelah semai, ditandai dengan buah yang telah berwarna kuning dan tangkai buah telah kering. Buah labu kuning dipanen dengan cara dipotong tangkainya dengan pisau 
Prosesing benih  
Buah labu kuning dipotong melintang, kemudian biji dikeluarkan dan dicuci bersih. Selanjutnya biji dibungkus dengan kertas dan dikeringkan. Rata-rata dalam satu buah labu kuning dihasilkan sekitar  150 biji.
Pengeringan benih 
Biji labu kuning yang dibungkus kertas dikeringkan di bawah sinar matahari selama ± 3 hari. Setelah
kadar air benih mencapai sekitar 8.0 – 10.0 %, biji harus segera dikemas.
Pengemasan benih
Benih atau biji labu kuning dapat dikemas dalam kemasan kertas, namun akan lebih baik lagi jika menggunakan kemasan  alumunium foil, karena sifatnya yang kedap udara. Jika memungkinkan udara yang ada dalam kemasan alumunium foil  juga dihisap keluar dengan menggunakan alat penghisap (vacuum), sehingga kadar air benih awal dapat dipertahankan.
Panen
Panen pertama dapat dimulai pada 50-60 hari setelah tanam. Panen buah labu kuning dilakukan terus menerus dengan interval 2-3 kali per minggu.
Penyimpanan Benih               
Benih yang dikemas dalam kemasan kertas harus disimpan dalam stoples kaca yang telah diberi bahan desikan, seperti : silika gel; arang; abu gosok, sehingga udara di dalam stoples diharapkant etap kering dan dapat mempertahankan kadar air benih awal. Untuk benih yang dikemas dalam kemasan alumunium foil sebaiknya juga disimpan dalam wadah stoples yang tertutup. Selanjutnya stoples disimpan di tempat yang kering dan sejuk. Jika memungkinkan dapat disimpan dalam gudang benih yang suhu dan kelembabannya dapat diatur (t = 18o C; RH = 30 %).