PUSLITBANG HORTIKULTURA   
BUDIDAYA DAN PRODUKSI BENIH KEDELAI SAYUR

BUDIDAYA DAN PRODUKSI BENIH KEDELAI SAYUR

Rinda Kirana, Redy Gaswanto, dan Iteu M. Hidayat

I. Pendahuluan
Kedelai sayur di Jepang dikenal dengan nama Edamame. Sayuran ini kaya akan protein, kalsium, zat besi, vitamin A, vitamin B1 dan vitamin C. Kedelai sayur yang beredar di pasaran memiliki panjang polong 6-7 cm, dan diameter polong 1.2-1.6 cm, dengan dua atau lebih biji pada setiap polong. Kedelai sayur akan terasa manis setelah direbus selama kurang lebih tiga menit.

II. Kultur Teknis
Persiapan Tanam
Jarak tanam yang diperlukan adalah 50 cm x 20-25 cm atau sekitar 18-20 tanaman/ m2. 2-3 benih ditanam dalam satu lubang tanam, setelah tumbuh dilakukan penjarangan 1 tanaman/lubang.
Perlakuan benih
Untuk mencegah penyakit yang terbawa benih maka sebelum tanam, benih diberi perlakuan fungisida.
Pemupukan
Selama periode pertanaman dilakukan tiga kali pemupukan :
Aplikasi
Waktu
Jenis Pemupukan
Dosis (Kg/ha)
1
Saat tanam
1. Kotoran Kuda/Domba/Ayam
2. NPK 15 15 15
1. 20
2. 200
2
25 hst
NPK : 15:15:15
125
3
40 hst
NPK : 15:15:15
125
hst : hari setelah tanam
Pengairan
Pada saat tanam tidak diperlukan terlalu banyak air, kondisi tanah cukup lembab saja, tidak terlalu basah. Setelah tanam, jika tidak hujan, pengairan dilakukan 1-2 kali tiap minggu sampai tanaman berumur 38 hari setelah tanam.
Penyiangan Gulma
Dilakukan minimal 2 kali, yaitu pada 21 dan 40 hari setelah tanam.
Pengendalian hama dan penyakit tanaman.
OPT
Stadia
Jenis
Pencegahan
Hama

Vegetatif
- Lalat daun
- Kutu daun
- Thrips
- Tungau

1. Pemeriksaan rutin
2. Penyemprotan pestisida
Pembuangan dan Pembuahan
Ulat penggerek polong
Penyakit
Vegetatif
- Karat
- Embun tepung
- Bakteri
1 Pemeriksaan rutin
2. Eradikasi
3.Penyemprotan fungisida atau biopestisida
Panen
Panen dilakukan pada 28 & 30 hari setelah pembungaan pertama, atau 80 hari setelah tanam pada saat polong telah berisi penuh, namun masih hijau.

III. Produksi Benih Kedelai
Pada dasarnya tata cara produksi benih tanaman kedelai sama seperti tata cara budidaya untuk konsumsi, namun ada beberapa hal yang membedakan, diantaranya berupa tindakan roguing, isolasi, dan prosesing benih, yang mana bertujuan untuk menjaga kemurnian sifat dan fisik dari varietas kedelai yang diproduksi benihnya.
Persyaratan tanah
Tanah yang akan digunakan untuk produksi benih kedelai sebaiknya adalah tanah bera, bekas tanaman lain, atau bekas kedelai dari varietas yang sama. Bila tanahnya bekas tanaman kedelai dari varietas lain, maka harus diberakan selama 3 bulan.
Isolasi
Pertanaman kedelai yang akan diproduksi benihnya harus terpisah dari pertanaman varietas lainnya, dengan jarak paling sedikit 8 meter. Apabila ada dua varietas yang berbeda dan bloknya saling berdampingan, maka tanggal tanamnya diatur sedemikian rupa sehingga saat berbunganya berbeda minimal 15 hari.
Roguing
Roguing adalah tindakan seleksi dengan membuang bibit atau tanaman yang mempunyai tipe simpang atau sakit. Dalam produksi benih tanaman kedelai tindakan roguing harus dilakukan pada beberapa tahap, diantaranya : saat umur tanaman 12 hari dan saat tanaman mulai berbunga di lapangan. Hal-hal yang harus diperhatikan pada waktu roguing adalah keseragaman warna hipokotil (batang bibit), warna bunga dan bulu pada batang, serta tinggi tanaman.
Panen dan prosesing benih
Hal yang harus diperhatikan saat panen dan prosesing benih adalah kebersihan alat dan wadah dari campuran varietas kedelai lain. Panen benih dilakukan apabila polong telah matang fisiologis (100 hari setelah tanam) yaitu bila polong telah berwarna coklat. Panen dilakukan secara brangkasan, yaitu dengan memotong semua bagian tanaman kecuali akar. Selanjutnya brangkasan kedelai dikeringkan di bawah sinar matahari sekitar 3-4 hari. Apabila dirasa kadar air benih telah cukup kering (KA 12 %) selanjutnya polong dikupas untuk mengeluarkan benihnya. Benih kemudian dikemas dalam kemasan yang kedap udara dan air, misalnya dalam kemasan alumunium foil. Benih kedelai dapat juga dikemas dalam kantong kertas atau plastik, kemudian diletakkan dalam kotak atau kaleng yang tertutup rapat dan telah diberi bahan pengering didalamnya seperti : serbuk gergaji atau kapur. Selanjutnya kotak atau kaleng disimpan di tempat yang kering dan sejuk.