PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Rain Shelters dan Bio Pestisida Pegunungan

Rain Shelters dan Bio Pestisida Pegunungan

Selama periode 2011-2045 komoditas cabai diproyeksikan menurun dari 1.1 juta ton pada tahun 2011 menjadi 937 ribu ton pada tahun 2045 atau menurun rata-rata sebesar 0.48 persen per tahun. Proyeksi penurunan produksi  cabai lebih banyak diakibatkan oleh perubahan iklim dan serangan Organism Pengganggu Tumbuhan (OPT) (SIPP 2013). Terkait ketahanan pangan, perubahan iklim  memiliki pengaruh yang kurang baik terhadap produksi cabai secara nasional.

Prediksi kebutuhan dalam negeri akan cabai merah berkisar antara 720.000-840.000 ton/tahun. Selama ini produksi nasional masih 1.061.428 ton/tahun, dari luas panen 126.790 ha (BPS 2014). Sebenarnya Indonesia surplus produksi cabai. Akan tetapi fluktuasi produksi sepanjang tahun merupakan masalah yang dihadapi dalam pengembangan cabai di Indonesia dan mengakibatkan terjadinya lonjakan harga yang berimbas pada inflasi. Cabai merah besar merupakan komoditas yang memiliki bobot pengaruh terhadap pembentuk inflasi paling besar yaitu sebesar 0.41%, diikuti berturut-turut oleh cabai rawit 0.11% dan cabai hijau 0.03%.





Download ...