PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Teknologi Produksi Biomasa Metabolit Sekunder

Teknologi Produksi Biomasa Metabolit Sekunder

Tanaman adalah sumber metabolit sekunder yang secara alamiah berperan dalam adaptasi lingkungan, sebagai antibiotic, anti jamur, anti virus, anti bakteri untuk melindunginya dari pathogen (phytoalexins), anti germinasi atau racun untuk tanaman lain (allelopathy) [1]. Saat ini metabolit digunakan sebagai bahan obat-obatan (pharmaceuticals), perasa (flavors), pewangi (fragrances), pewarna (pigment) dan food-additives [2, 3], agro-kimia (bio-pestisida) [4, 5]. Penggunaan berbagai produk ini, memiliki isu keamanan (safety), kualitas (quality), kemantapan (consistency), kemanjuran (efficacy), dan kesehatan [6].

Atas perannya itu kebutuhan metabolit sebagai bahan baku industri terus meningkat. Kebutuhan itu selama ini dipanen dari alam yang tumbuh liar atau dibudidayakan sekedarnya [7]. Ini menyebabkan reduksi  keragaman genetik di alam dan keragaman komposisi kimia dan efek biologi produk  [8]. Untuk kemandirian penyediaan bahan baku metabolit, membangun kawasan produksi yang produktif menjadi pilihan yang mudah dan lebih murah. Sustainability dalam produksi bergantung kepada kemandirian perbenihan, perubahan iklim global, teknologi produksi yang menurunkan kontaminasi pada produk seperti senyawa logam berat [9], organisme tular tanah, penyakit pada daun, herbisida dan pestisida [10], polutan [11]. Ini menurunkan kualitas produk bioindustri dan beresiko gangguan kesehatan [12] jika dikonsumsi. Selain itu, persentase bahan aktif yang rendah (0,8-2%) di dalam volume biomassa kering, menyebabkan kebutuhan biomassa dalam jumlah besar. Jumlah dan kualitas senyawa yang dipanen dari lapang dibatasi populasi, durasi produksi dan faktor lingkungan [13].






Download ...