Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura
PUSLITBANG HORTIKULTURA   
photo

Hardiyanto

Padang, 10 Okt 1959
Tugas : kepala pusat


Profil

Dr.Ir.Hardiyanto,M.Sc mendapatkan gelar sarjana pertanian (jurusan budidaya tanaman) pada tahun 1984 dari Universitas Brawijaya Malang. Pendidikan S2 (Seed Technology) di University of the Philippina, Los Banos (UPLB), Philipina dan selesai pada tahun 1994 dengan gelar Master of Science (M.Sc). Pendidikan S3 doktoral (Ph.D) dibidang hortikultura (crop Physiology / crop production and management) ditempuh di Universitas yang sama dan selesai pada tahun 2002. Selama menempuh S3, yang bersangkutan juga diminta menjadi pengajar pada undergraduate student di Dept of Horticulture. Disamping sebagai peneliti, yang bersangkutan menjadi koordinator program pada Lolitjeruk sejak Januari 2003 dan ketua kelti pemuliaan.

Jabatan struktural saat ini sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura sejak 20 September 2016, sebelumnya beliau menjabat sebagai Kepala BPTP Sumater Barat sejak April 2012 - 20 September 2016. Seteleh sebelumnya menjabat Kepala Balai Penelitian Jeruk dan Buah Sub Tropika, Puslitbang Hortikultura berdasarkan SK Menteri Pertanian No. 1555/Kpts/KP.330/11/2008 tertanggal 10 Nopember 2008 menggantikan Ir. Arry Supriyanto, MS. Selain jabatan struktural beliau juga menjabat sebagai Fungsional Peneliti Madya

Sedang jabatan fungsional beliau aktif melakukan penelitian dibidang pengelolaan plasma nutfah dan pemuliaan tanaman jeruk, anggur, apel dan bawang putih serta dibidang pengembangan agribisnis jeruk di daerah sentra produksi jeruk di beberapa propinsi.

Jenjang fungsional Ajun Peneliti Madya diperoleh pada tahun 1998 dibidang pemuliaan tanaman. Beberapa hasil penelitian baik sebagai penulis utama atau co-author telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah, majalah, maupun prosiding. Juga membimbing mahasiswa S1 dan S2 dari beberapa perguruan tinggi disamping itu juga diundang sebagai pembicara atau sebagai dosen tamu di pasca sarjana di beberapa universitas negeri. Disamping itu yang bersangkutan juga diundang sebagai penguji program S3 di salah satu perguruan tinggi negeri.

Beberapa training baik didalam maupun luar negeri telah diikuti diantaranya Biodiversity (Philipina), Participatory Rapid Aproisal (Philipina), Bioteknologi (Indonesia).