Untuk hasil terbaik gunakan browser Mozilla Firefox 2.0.0 ke atas atau Internet Explorer 6 ke atas Resolusi layar 1024 X 768 pixels
 
 
balitsa balitbu balithi balitjestro
 
 
# SMS CENTER BENIH SUMBER DAN PLASNANUTFAH HORTIKULTURA (081299105742) # Plasma Nutfah dan Benih Sumber Hortikultura "Clik here" # Telah Terbit Majalah IPTEK 2014 "Selengkapnya"
     
     
 
Beranda > HASIL RISET > BUDIDAYA


BUDIDAYA TANAMAN BROKOLI


Brokoli (Brassica oleracea var. botrytis forma cymosa) termasuk dalam famili Brassicaceae. Pada kubis jenis ini, bakal bunganya mengembang menyerupai telur yang berbentuk lonjong dan berwarna hijau. Krop brokoli tersusun dari kuntum-kuntum bunga dengan tangkai yang tebal.

PERSYARATAN TUMBUH
Brokoli pada umumnya ditanam di daerah yang berhawa sejuk, di dataran tinggi 1000–2000 m dpl dan bertipe iklim basah. Brokoli akan mencapai pertumbuhan optimum pada tanah yang banyak mengandung humus, gembur, porus, dengan pH tanah antara 6–7. Waktu tanam yang baik adalah pada awal musim hujan atau awal musim kemarau. Namun demikian brokoli dapat ditanam sepanjang tahun dengan pemeliharaan lebih intensif.

BUDIDAYA TANAMAN
1.  Benih

Varietas yang dianjurkan antara lain adalah Bejo atau varietas lokal yang biasa ditanam di daerah setempat.  Kebutuhan  benih brokoli adalah 300-350 g/ha.

2. Persemaian
Sebelum disemai, benih direndam dahulu dalam air hangat (50°C) atau dalam larutan Previcur N (1 cc/l) selama satu jam. Benih disebar merata pada bedengan pesemaian dengan media berupa campuran tanah dan pupuk kandang/kompos (1:1), kemudian ditutup dengan daun pisang selama 2-3 hari. Bedengan diberi atap screen/kasa/plastik transparan dan  persemaian ditutup dengan screen untuk menghindari serangan OPT.

Setelah berumur 7-8 hari, bibit dipindahkan ke dalam bumbunan daun pisang/pot plastik dengan media yang sama (tanah dan pupuk kandang steril).  Penyiraman dilakukan setiap hari. Bibit siap ditanam di lapangan setelah berumur 3– 4 minggu atau sudah memiliki empat sampai lima daun

3. Persiapan Lahan
Dipilih lahan yang bukan merupakan bekas tanaman kubis–kubisan. Sisa–sisa tanaman dikumpulkan kemudian dikubur.  Tanah dicangkul sampai gembur kemudian dibuat lubang-lubang tanam dengan jarak tanam 70 cm (antar barisan) x 50 cm (dalam barisan) atau 60 cm x 40 cm.  Pengapuran dilakukan apabila pH tanah kurang dari 5,5, menggunakan Kaptan/ Dolomit dengan dosis 1,5 ton/ha, pada 3-4 minggu sebelum tanam bersamaan dengan pengolahan lahan. Kaptan/Dolomit disebar di atas permukaan tanah dan diaduk merata.

4.  Pemupukan
Pupuk yang diberikan antara lain pupuk kandang atau kompos dan pupuk buatan. Pupuk kandang dapat berupa pupuk kandang sapi 30 ton/ha, pupuk kandang domba 20 ton/ha, atau kompos jerami padi 18 ton/ha.  Sedangkan pupuk buatan berupa Urea sebanyak 100 kg/ha, ZA 250 kg/ha, SP-36 250 kg/ha dan KCl 200 kg/ha.  Untuk tiap tanaman diperlukan Urea sebanyak 4 g + ZA 9 g, SP-36 9 g, dan KCl 7 g. Pupuk kandang (1 kg), setengah dosis pupuk N (Urea 2 g + ZA 4,5 g), pupuk SP-36 (9 g) dan KCl (7 g) diberikan sebelum tanam pada tiap lubang tanam.  Sisa pupuk N (Urea 2 g + ZA  4,5 g) per tanaman diberikan pada saat tanaman berumur empat minggu.

5.  Pemeliharaan tanaman
Penyiraman dilakukan tiap hari sampai tanaman brokoli tumbuh normal (lilir), kemudian diulang sesuai kebutuhan. Bila ada tanaman yang mati, segera disulam dan penyulaman dihentikan setelah tanaman berumur 10–15 hari setelah waktu tanam. Penyiangan dan pendangiran dilakukan bersamaan dengan waktu pemupukan pertama dan kedua.

6. Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)
OPT penting tanaman brokoli antara lain ulat daun kubis, ulat krop kubis, bengkak akar, busuk hitam, busuk lunak, bercak daun, penyakit embun tepung, dsb. Pengendalian OPT dilakukan tergantung pada OPT yang menyerang. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain adalah:
  • Bila terdapat serangan bengkak akar pada tanaman muda : tanaman dicabut dan dimusnahkan.
  • Penggunaan musuh alami (parasitoid, misalnya Diadegma semiclausum).
  • Penanaman tumpangsari brokoli-tomat.
  • Pengendalian dengan pestisida dilakukan dengan benar dalam pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval maupun waktu aplikasinya.
7. Panen dan Pascapanen
Brokoli dapat dipanen pada saat bunga sudah padat dan kompak, dengan cara memotong pangkal batangnya dengan menyisakan 6–7 helai daun sebagai pembungkus bunga. Waktu pemanenan sebaiknya pada pagi hari setelah embun menguap atau sore hari sebelum embun turun. Produksinya berkisar antara 15–30 ton/ha kualitas pasar. Keterlambatan panen menyebabkan bunga tumbuh tidak merata, berwarna kekuningan dan merekah. Kelebihan pupuk N juga dapat menghasilkan bunga seperti bunga yang terlambat panen sehingga mutunya rendah.

Brokoli akan cepat mengalami layu jika tidak disimpan dalam kondisi dingin segera setelah panen. Krop brokoli dapat bertahan kurang lebih 3 minggu jika disimpan pada suhu 1oC. Krop brokoli dapat dibungkus dengan plastik polythene film untuk menjaga kesegaran.
 

 
     
 
 Cari :  
 

     
 
INFORMASI LAIN










 
     

     
 
KONTAK ONLINE
Dewan Redaksi:
PuslitHorti

Via Yahoo Messenger Web:

 
     
Untitled Document

 




Kecuali dinyatakan lain, pemilik content, gambar dan desain adalah Badan Litbang Pertanian Cq. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, bagi yang ingin menyebarkan/menggunakan materi yang ada di situs web ini, dipersilahkan dengan mencantumkan alamat situs web ini sebagai sumbernya.


Tentang Kami | Peta Situs | Kontak Kami | © 2009 Web Admin Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura
Jl. Raya Ragunan 29A Pasar Minggu - Jakarta Selatan 12540, Indonesia   Telp: +62 (21) 7805768, 7892205   Fax: +62 (21) 7805135, 7892205
Email: puslitbanghorti@litbang.pertanian.go.id, pushorti@yahoo.com