Untuk hasil terbaik gunakan browser Mozilla Firefox 2.0.0 ke atas atau Internet Explorer 6 ke atas Resolusi layar 1024 X 768 pixels
 
 
balitsa balitbu balithi balitjestro
 
 
# SMS CENTER BENIH SUMBER DAN PLASNANUTFAH HORTIKULTURA (081299105742) # Plasma Nutfah dan Benih Sumber Hortikultura "Clik here" # Telah Terbit Majalah IPTEK 2014 "Selengkapnya"
     
     
 
Beranda > PUBLIKASI > JURNAL > JH20/1 > Abstrak


Pengaruh Pemberian Pupuk N dan K terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah
Napitupulu, D. dan L. Winarto
Puslitbang Hortikultura
[Tahun Terbit : 2010]



ABSTRAK
Bawang merah merupakan salah satu sayuran yang beradaptasi luas. Salah satu jenis bawang merah yang banyak dikembangkan di dataran rendah adalah varietas Kuning. Produksi bawang merah di Sumatera Utara cukup rendah dan belum mampu untuk memenuhi kebutuhan lokal. Rendahnya produktivitas bawang merah di Sumatera Utara di antaranya disebabkan karena penerapan teknologi pemupukan yang tidak tepat dan tidak tersedianya paket pemupukan spesifik lokasi. Pupuk yang digunakan sesuai anjuran diharapkan memberi hasil yang secara ekonomis menguntungkan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk N dan K terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara, Medan pada ketinggian 30 m dpl. dari bulan April sampai Juni 2008. Faktor perlakuan adalah dosis pupuk N (0, 150, 200, 250) kg/ha dan K (0, 75, 100, 125) kg/ha, diatur dalam sebuah rancangan acak kelompok faktorial dengan empat ulangan. Bawang merah yang digunakan adalah varietas Kuning. Pupuk dasar meliputi pupuk kandang dengan dosis 15 t/ha dan SP-36 sebanyak 300 kg/ha, diberikan satu minggu sebelum tanam dengan cara dicampurkan ke dalam tanah. Pupuk N dan K diberikan pada umur 3, 21, dan 35 HST masing-masing ⅓ dosis. Penanaman dilakukan dengan membuat plot-plot pertanaman berukuran 1,5 x 1,5 m. Jarak antarpetak 0,3 m dan jarak antarblok 0,4 m. Jarak tanam bawang 25 x 25 cm. Penanaman dilakukan dengan cara tugal pada kedalaman 5 cm. Pengamatan hama dan penyakit dilakukan dengan metode PHT-SDT. Hasil penelitian menunjukkan adanya efek interaksi antara takaran pupuk N dengan K terhadap bobot umbi basah dan kering. Penerapan teknologi pemupukan dapat meningkatkan produksi bawang merah sebesar 64,69 g/rumpun diperoleh pada pemberian pupuk N 250 kg/ha dan K 100 kg/ha. Pemberian pupuk N dosis 250 kg/ha dan K dengan dosis 100 kg/ha memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap peningkatan produksi bawang merah. Hasil produksi tersebut sejalan dengan parameter tumbuh seperti jumlah anakan per tanaman, jumlah umbi, bobot umbi basah, dan memberikan produksi yang tinggi pada bawang merah. Pemberian pupuk N dosis 250 kg/ha dan K dosis 100 kg/ha pada tanaman bawang merah memenuhi syarat sebagai dosis pupuk bagi tanaman bawang merah dalam meningkatkan hasil, sehingga layak untuk direkomendasikan.

(Full Text)

 PDF

 
     
 
 Cari :  
 

     
 
INFORMASI LAIN










 
     

     
 
KONTAK ONLINE
Dewan Redaksi:
PuslitHorti

Via Yahoo Messenger Web:

 
     
Untitled Document

 




Kecuali dinyatakan lain, pemilik content, gambar dan desain adalah Badan Litbang Pertanian Cq. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, bagi yang ingin menyebarkan/menggunakan materi yang ada di situs web ini, dipersilahkan dengan mencantumkan alamat situs web ini sebagai sumbernya.


Tentang Kami | Peta Situs | Kontak Kami | © 2009 Web Admin Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura
Jl. Raya Ragunan 29A Pasar Minggu - Jakarta Selatan 12540, Indonesia   Telp: +62 (21) 7805768, 7892205   Fax: +62 (21) 7805135, 7892205
Email: puslitbanghorti@litbang.deptan.go.id, pushorti@yahoo.com