PUSLITBANG HORTIKULTURA   

ANJAK Hortikultura

Rekomendasi Kebijakan Dalam Bingkai Peningkatan Daya Saing, Nilai Tambah dan
Ekspor Melalui Stabilisasi Harga, Pengembangan Kawasan dan Karakterisasi Investasi




Hasil kajian tim analisis kebijakan sampai pada kesimpulan bahwa stabilisasi harga, pengembangan kawasan dan karakterisasi investasi merupakan titik ungkit peningkatan daya saing bawang dan cabai, dimana ketiga komponen tersebut saling bersinergi dan menguatkan. Hasil kajian karakterisasi investasi menekankan perlunya penelitian lebih lanjut yang komprehensif dan terintegrasi dari hulu hingga hilir mengenai kelayakan investasi dan produksi TSS hingga umbi siap tanam oleh petani di masing-masing lokasi potensial. Disamping itu perlu adanya peninjauan  terhadap Kepmentan 131 Tahun 2015 yang mengharuskan produksi TSS kelas BS dan BD dilakukan di dalam screenhouse karena pertimbangan teknis dan ekonomis. Rekomendasi tersebut sejalan dengan upaya menggunakan kekuatan untuk menghandari ancaman pada pengembangan kawasan bawang merah, dimana hasil kajian pengembangan kawasan merekomendasikan agar pengembangan kawasan bawang merah di Bima sebaiknya didasarkan pada strategi Strength-Threat (ST), yaitu menggunakan kekuatan yang ada untuk menghindari ancaman yang mungkin timbul. Pengembangan kawasan ini sekaligus juga merupakan langkah pengamanan pasokan sebagai antisipasi gejolak harga. Selanjutnya pengembangan kawasan harus diikuti dengan manajemen distribusi pasokan, pengaturan pola produksi, dan pengembangan daerah produksi baru sebagai buffer zone di wilayah sentra konsumsi terutama di Sumatera dan wilayah timur (Bima dan Lombok Timur).
Pada tahun 2017, tim analisis kebijakan akan melakukan 3 buah kajian antisipatif sebagai berikut: studi pengenai kelayakan pengembangan teknologi proliga bawang merah dan cabai merah, strategi pengembangan daerah penyangga produksi bawang merah, serta dampak gerakan tanam cabai di pekarangan.