Internal Server Error

The server encountered an internal error or misconfiguration and was unable to complete your request.

Please contact the server administrator at webmaster@a1b2cd.byseo.co to inform them of the time this error occurred, and the actions you performed just before this error.

More information about this error may be available in the server error log.

Additionally, a 500 Internal Server Error error was encountered while trying to use an ErrorDocument to handle the request.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura
PUSLITBANG HORTIKULTURA   

DPKA Hortikultura

Pengembangan subsektor hortikultura memerlukan dukungan penerapan inovasi untuk meningkatkan daya saing global. Balitbangtan melalui UK/UPT di bawah koordinasi Puslitbang Hortikultura telah menghasilkan berbagai inovasi unggul yang bermanfaat dalam pengembangan subsektor hortikultura di dalam negeri.  Inovasi tersebut perlu dikembangkan secara luas agar memberi dampak nyata terhadap kinerja subsektor hortikultura. Sehubungan dengan hal tersebut, Balitbangtan  menetapkan program akselerasi alih teknologi hortikultura yang dilaksanakan untuk mendukung program Pengembangan Kawasan Agribisnis Hortikultura (PKAH) yang menjadi program strategis Kementerian Pertanian.

Esensi pengembangan kawasan agribisnis adalah mendorong terciptanya sistem agribisnis yang mengkonsolidasikan semua segmen usaha secara vertikal maupun horizontal berbasis kelembagaan dan unggulan daerah. Inovasi merupakan komponen utama dalam meningkatkan daya saing hortikultura, dukungan inovasi untuk mewujudkan sektor hortikultura yang modern, tangguh dan berdaya saing.Integrasi inovasi kedalam kawasan pengembangan agribisnis hortikultura melalui implementasi model dukungan inovasi ke dalam pengembangan usaha industrial yang memadukan seluruh segmen usaha dari hulu sampai ke hilir dalam ikatan kelembagaan yang efektif dan berkelanjutan.

Puslitbang Hortikultura, Balitbangtan sejak tahun 2013 telah bekerja sama dengan mitra dalam memberikan dukungan dalam pelaksanaan program pengembangan kawasan agribisnis hortikultura. Dari kegiatan tersebut telah terbentuk beberapa model pengembangan kawasan, diantaranya Kawasan Agribisnis Krisan di Tabanan Bali dan Kawasan Agribisnis Florikultura di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kawasan Agribisnis Mangga Gedong Gincu di Cirebon, dan Kawasan Agribisnis Perbenihan Jeruk Keprok SoE di Kabupaten SoE, NTT.

Inovasi teknologi yang sudah diterapkan di model pengembangan kawasan adalah untuk mendukung program peningkatan produksi  dan nilai tambah produk hortikultura. Diantaranya adalah beberapa inovasi teknologi untuk beberapa komoditas hortikultura, cabai (varietas tahan OPT utama, produktivitas tinggi dengan biaya produksi rendah), jeruk (pengendalian CVPD, peningkatan produktivitas, varietas unggul, sistem perbenihan, dan  pascapanen), sayuran lain (peningkatan produktivitas, penurunan kehilangan hasil, dan penyimpanan), buah lainnya (jenis dan varietas komersial, teknologi off season, penurunan kehilangan hasil, dan peningkatan umur simpan).
 
Kegiatan dukungan pengembangan kawasan agribisnis hortikultura melalui pembentukan model pengembangan kawasan masih terus dilakukan di dua lokasi, yaitu Model Kawasan Agribisnis Salak Sari Intan di Bintan yang direncanakan akan launching pada tahun 2018, dan Dukungan Model Pengembangan Kawasan Agribisnis Jeruk di Kabupaten Nunukan yang direncanakan akan di launcing pada tahun 2017.


Panen Benih Cabai Bersama Bupati Ciamis

Penandatanganan Prasasti Pengukuhan Kawasan Agribinsis Florikultura Kabupaten Sukabumi


Download: Panduan ...
Download: Juklak ...