PUSLITBANG HORTIKULTURA   

PTT Bawang Merah

Peran subsektor hortikultura sangat strategis di dalam pembangunan sektor pertanian, karena memberikan kontribusi cukup besar terhadap PDB di sektor pertanian. Tenaga kerja  yang  terlibat di dalam  subsektor hortikultura  terus meningkat dan mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja sekitar 5–35 % per tahun. Nilai tukar petani (NTP) hortikultura dari 103,71 pada tahun 2009 menjadi 109,12 pada tahun 2013 (BPS 2013). Perubahan lingkungan strategis global yang dinamis dalam beberapa tahun terakhir ini terhadap keragaan komoditas sayuran khususnya cabai dan bawang merah terus menerus mempengaruhi gejolak ekonomi nasional, sehingga sangat mempengaruhi inflasi secara nyata. Hal tersebut ditengarai terkait dengan pasokan produksi bulanan yang tidak merata dan produksinya berlebih di musim kemarau/ kering, sementara di musim hujan produksi berkurang. Oleh karena   itu keseimbangan produksi kedua komoditas sayuran tersebut sepanjang tahun perlu dijaga.

Berkaitan dengan hal tersebut, pada tahun 2016 Direktorat Jenderal Hortikultura menetapkan sasaran pengembangan produksi bawang merah di daerah sentra dan wilayah pengembangan yang potensial meliputi fasilitasi bantuan sarana produksi dalam pengembangan kawasan tersebut. Demikian pula, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Litbang Pertanian mendapat tugas untuk menyiapkan dukungan inovasi teknologi dan pendampingan teknologi agar sasaran peningkatan dan pemerataaan produksi bawang merah sepanjang tahun mampu memenuhi kebutuhan dan pasokan produksi.

  1. Budidaya Pertanian Umum
  2. Agroekosistem
  3. Pengelolaan Tanaman Terpadu
  4. Pengenalan dan Pemilihan Varietas Bawang Merah
  5. Budidaya Tanaman Bawang Merah
  6. Pupuk dan Pemupukan pada Budidaya Bawang Merah
  7. Mengenal OPT dan MA pada Tanaman Bawang Merah
  8. Pengendalian OPT pada Budidaya Bawang Merah
  9. Pestisida
  10. Teknik Penyemprotan Pestisida
  11. Perbenihan Bawang Merah