PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Foto untuk : On Farm Conservation Kultivar Pisang Lokal Indonesia Di Lahan Petani

On Farm Conservation Kultivar Pisang Lokal Indonesia Di Lahan Petani

Pembangunan pertanian merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan pada suatu wilayah yang memiliki ekosistem dan kesatuan infrastruktur berbasis komoditi khusus untuk hortukultura yaitu tanaman pisang untuk meningkatkan perekonomian dan daya saing di wilayah tersebut, khususnya untuk dataran tinggi basah. Telah dipercaya bahwa asal usul kultivar pisang adalah Asia Tenggara termasuk wilayah Indonesia (Perrier et al. 2011). Lebih dari 200 jenis pisang terdapat di Indonesia. Tingginya keragaman ini, memberikan peluang pada masyarakat untuk dapat memanfaatkan dan memilih jenis pisang komersial yang dibutuhkan oleh konsumen.

Selain untuk konsumsi segar, beberapa kultivar pisang di Indonesia juga dimanfaatkan sebagai bahan baku industri olahan pisang misalnya industri keripik, sale dan tepung pisang. Perkembangan kebun rakyat dan industri olahan di daerah sentra produksi, dapat memberikan peluang baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap perluasan kesempatan berusaha dan kesempatan kerja.

Sebagai daerah pusat keragaman tanaman pisang, selain memberikan keuntungan bagi konsumen untuk memilih kultivar pisang yang disukai, juga menyebabkan perbedaan kultivar komersial di beberapa daerah, seperti pisang Ambon Kuning dan Raja adalah pisang komersial di Jawa Barat dan Jawa Tengah, Tanduk dan Emas di jawa Timur, Barangan di Aceh, Sumatera Utara, NTT dan Sulawesi Selatan, Talas dan Maoli di Kalimantan Selatan, Buai (Ambon Hijau dan Ketan di Sumatera Barat. Kepok merupakan pisang komersial di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, di masing-masing daerah juga mempunyai kultivar lokal yang tidak kalah bagus dan mempunyai potensi untuk dikembangkan, seperti Bile yang berasal dari Nusa Tenggara Barat, Libod dari Sulawesi Utara. 
Pengembangan pisang secara monokultur pada suatu daerah akan mengancam keberadaan kultivar lokal di daerah tersebut, karena kurang diperhatikan dan ditanam sehingga akhirnya punah dengan sendirinya. Salah satu usaha untuk melestarikan kultivar lokal dengan memanfaatkan potensi yang dimilikinya sehingga masyarakat akan terus menerus menanamnya. Metode ini yang disebut dengan on farm conservation, yang selain bertujuan untuk konservasi juga untuk menggali potensi suatu kultivar lokal yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat (Gauchan et al. 2005). Disamping itu juga menguji kemampuan adaptasi dari kultivar lokal apabila tumbuh di tempat yang bukan asalnya. Penerapan on farm conservation telah berhasil dengan baik pada pelestarian dan pemanfaatan kultivar pisang lokal India di Kerala dan yang tumbuh di dataran tinggi Nagaland India. Dengan program tersebut, selain melestarikan kultivar lokal, India juga berhasil menigkatkan produksi pisang secara nasional dan menempati urutan pertama dunia untuk negara penghasil pisang.

Dengan makin berkembangnya kultivar pisang yang ditanaman secara monokultur seperti Cavendish, akan mendesak kultivar-kultivar lokal yang sebetulnya mempunyai keunggulan yang lebih tinggi dibanding Cavendish. Oleh karena itu perlu kegiatan pengenalan dan pengembangan kultivar lokal pada petani serta mengetahui daya terima petani dan pasar terhadap pisang lokal tersebut, sehingga diharapkan selain kegiatan konservasi yang dilakukan oleh petani juga akan meningkatkan kesejahteraan petani.