PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Foto untuk : Bangkit dari Keterpurukan Demi Indonesia Swasembada Kentang Industri 2020

Bangkit dari Keterpurukan Demi Indonesia Swasembada Kentang Industri 2020

Garut, 21/02/2019 – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) turut optimis Indonesia swasembada kentang industri 2020 melalui inovasi teknologi kentang medians.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura (Puslitbang Hortikultura) bersama tim peneliti Balai Penelitian Sayuran (Balitsa) dan Balai Pengkajian Alih Teknologi Pertanian (BPATP) bertolak ke Garut untuk melaksanakan verifikasi lisensi inovasi teknologi kentang medians. Muhammad Khudori selaku Direktur PT. Horti Agro Makro (HAM) menuturkan bahwa perusahaan yang dipimpinnya telah melisensi verietas kentang medians sejak tahun 2013. PT HAM sendiri, mulanya bernama CV Papandayan and Cikuray Farm yang kemudian berubah nama menjadi PT Central Horti Agro Makro Potato (CHAMP). Akan tetapi penggunaan nama CHAMP mengalami sandungan karena penggunaan istilah asing, sehingga digunakanlah nama PT HAM.

Dalam proses verifikasi, secara gamblang Khudori menjelaskan bahwa hingga pertengahan Februari 2019 perusahaannya mampu memproduksi sebanyak 500 botol planlet setiap minggu. Planlet kentang medians didistribusikan ke daerah sekitar Garut, Dieng, hingga Riau. Varietas Medians sendiri memiliki keunggulan warna yang cerah, mata tunas yang dangkal, dan tahan terhadap penyakit busuk daun. Mata tunas yang dangkal membuat medians sangat cocok digunakan untuk bahan baku kentang industri utamanya keripik kentang.

Walau varietas ini memiliki banyak keunggulan utamanya bagi bahan baku kentang industri, Khudori menyatakan tak sedikit pula kendala yang dihadapi di lapang. Salah satu kendala yang dialaminya adalah cuaca ekstrim berupa angin kencang dan hujan yang berhasil merusak satu juta benih kentang medians miliknya di tahun 2017. Selanjutnya di tahun 2018, akibat kemarau panjang yang terjadi, pihaknya hanya bisa mendistribusikan sebanyak 91.500 benih dari total produksi tahun tersebut sebanyak 574.000 benih.