PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Foto untuk : Varietas Krisan Mutan Solid Hasil Induksi Mutasi Sinar Gamma

Varietas Krisan Mutan Solid Hasil Induksi Mutasi Sinar Gamma

Perbaikan karakter pada tanaman krisan melalui induksi mutasi sudah banyak di hasilkan. Induksi mutasi dengan teknik in vitro akan mengurangi terjadinya penyimpangan karakter yang diharapkan pada generasi yang dihasilkan. Regenerasi yang dihasilkan dari tanaman asal daun, pedicel, atau capitula yang diirradiasi hampir selalu menghasilkan mutan yang solid. 
           
Beberapa karakter terseleksi dari mutan tanaman hias yaitu karakter bunga (warna bunga, bentuk bunga, ukuran, aroma), karakter daun (bentuk, ukuran daun, pigmentasi), sifat pertumbahan tanaman (arsitektur tanaman, pertumbuhan yang kompak, percabangan tanaman, pertumbuhan yang merambat) dan karakter fisiologis (perubahan respon fotoperiodisitas, sifat genjah, berbunga sepanjang tahun, toleran terhadap stres biotik, dan abiotik).

Iradiasi sinar gamma telah dilakukan pada planlet klon RS-09 dan SJ-09.  Kedua populasi hasil mutasi tersebut sudah melalui proses multiplikasi di laboratorium mulai dari generasi MV1 hingga generasi MV4. Gambar 1 menyajikan keragaan populasi planlet krisan hasil mutasi sinar gamma. Populasi planlet yang sudah mencapai generasi MV4 segera dikeluarkan dari laboratorium dan diaklimatisasi di rumah kaca. Proses aklimatisasi planlet 

Dari sejumlah klon yang dievaluasi di lapang sedikitnya telah diperoleh 5 kandidat mutan yang solid, resisten penyakit karat dan berbunga novel. Penilaian preferensi konsumen dilakukan dengan mengundang responden (minimal 100 orang) ke lokasi pertanaman atau membawa bunga/foto bunga ke tempat responden. Nilai persentase responden yang memilih akan didasarkan pada jumlah responden yang menyukai varietas mutan atau varietas asal. Jika semua responden menyukai varietas mutan, maka persentase suara pemilih menjadi 100 persen.