PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Foto untuk : Vub Bawang Merah Violetta 2 Agrihorti

Vub Bawang Merah Violetta 2 Agrihorti

Salah satu kendala untuk produksi bawang merah di luar musim, terutama di musim penghujan adalah serangan penyakit trotol atau bercak ungu yang disebabkan oleh Alternaria porri. Serangan penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan hingga 100% dalam waktu relatif singkat, di mana tanaman yang terserang tidak dapat berproduksi (Kucharek 2000, Evoor et al. 2007, dan Madhavi 2012). Pada umumnya di Indonesia, A. porri menyerang pertanaman bawang di musim pancaroba baik musim hujan ke kemarau atau sebaliknya. Kondisi di daerah tropis yang panas dengan suhu 15–25℃ dengan kelembapan yang tinggi merupakan kondisi optimum untuk kondisi penyakit ini (Li et al. 2014).

Materi genetik yang mempunyai gen ketahanan sangat berguna dalam merakit varietas bawang merah terutama bila sifat ketahanan itu diintrogasikan pada varietas komersial. Penggabungan sifat dilakukan melalui persilangan dengan tetua yang memiliki sifat ketahanan. Pada proses perakitan varietas yang tahan A. porri penapisan telah dilakukan secara bertahap terhadap populasi silangan yang berupa nomor-nomor F1 silangan baik dalam lingkungan terkendali dengan inokulasi buatan maupun dengan inokulasi alami di lapangan pada kondisi yang memungkinkan untuk perkembangan dan infeksi jamur patogen tersebut. Setelah diperoleh nomor-nomor yang mempunyai ketahanan (agak tahan) terhadap A. porri, kemudian diperbanyak dalam membentuk klon–klon harapan, yang kemudian bila materi sudah mencukupi, maka dilakukan uji keunggulan melalui proses pengujian multi lokasi sesuai dengan peraturan untuk pendaftaran varietas. 

Calon VUB bawang merah Violetta 2 Agrihorti merupakan varietas hasil uji keunggulan klon-klon bawang merah tahan penyakit bercak ungu (Alternaria porri) yang dilakukan di ekosistem dataran tinggi Lembang dari bulan Mei–Agustus 2016. Pengujian terdiri dari delapan klon harapan dengan pembanding tetuanya yaitu varietas Sembrani, Kramat 1, dan Maja Cipanas beserta varietas pembanding ketahanan yaitu Sumenep (tahan), Batu Putih (agak tahan), dan Kuning (rentan). Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan empat ulangan. Luas plot 6 m2 dengan populasi tanaman 200 tanaman/plot, jarak tanam 20 cm x 15 cm, jarak antarplot 80 cm dan jarak antar ulangan 100 cm. Pengamatan meliputi karakter kualitatif, karakter kuantitatif, dan insiden serangan penyakit A. porri  di lapangan. Hasil pengujian menunjukkan rerata bobot basah klon E (8 NA/Violetta 2 Agrihorti) 26,20 t/ha lebih tinggi dari pada tetuanya yaitu Kramat 2 21,81 t/ha, Sembrani 17,94 t/ha. Dari nilai AUDPC menunjukkan semua klon dan varietas yang diuji menunjukkan nilai lebih kecil dari nilai pembanding rentan dan termasuk kategori agak tahan.