PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Foto untuk : Hasil Inovasi Hortikultura Banjiri AIF 2018

Hasil Inovasi Hortikultura Banjiri AIF 2018

Dalam upaya menciptakan Impatiens yang tahan terhadap kekeringan dan disukai konsumen,  Puslitbang Hortikultura telah melakukan persilangan antara Impatiens New Guine dengan Impatiens Platypetala. Hasil persilangan sebagaimana nampak dalam gambar masih berupa klon yang sedang diuji cobakan.
    
 
Berikut ini klon Impatiens hasil silangan Balithi:
  • 34.5
  • 25.2
  • 45.3
  • 30.1
  • 21.13
  • 33.1
  • 45.7 dan
  • 40.1

Klon Impatiens yang mengindikasikan tahan terhadap kekeringan menurut hasil uji coba Balithi adalah klon 40.1. Diharapkan dalam waktu dekat klon ini bisa dilepas


Tanaman hias yang juga memiliki peminat cukup banyak adalah anggrek. Kali ini Puslitbang Hortikultura menampilkan anggrek Larasati dan Ayu Lestari yang memiliki variasi warna cukup kontras dan serasi sehingga terlihat ayu.


Mangga masih menjadi primadona setiap kali ada event display hasil inovasi Balitbangtan. Berbagai macam varietas  mangga (koleksi dan komersil) seperti: Arumanis 143, Gadung 21, Golek, Manalagi 69, Garifta Merah, Garifta Gading, Garifta Garifta Orange, Garifta Kuning, Marifta, Peach, Cengkir, Agri Gardina, Ken Layung, Tabher, Campora, Sala, dan mangga Duren digelar pada AIF tersebut.
   

Sementara untuk komoditas sayuran Puslitbang Hortikultura menampilkan kentang Median,  benih bawang merah dan TSS bawang merah. Tidak ketinggalan hasil inovasi buah sub tropis seperti anggur (varietas Probolinggo Biru, Probolinggo Super,  Jestro Ag 60 dan Jestro Ag 86) turut juga meramaikan acara tersebut.

Mangga Agrimania milik H. Urip (petani mangga dari Kecamatan Lelea Kabupaten Indramayu, Jawa Barat) memiliki keunggulan bentuk buah bulat dan besar (0,7 kg per butir), warna orange kemerahan, aroma harum, daging buah tebal dan padat, rasa manis segar dan sedikit berserat. Mangga ini berproduksi 3 kali dalam setahun.