PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Foto untuk : Good Agriculture Practices Menjadikan Petani Yang Lebih Maju

Good Agriculture Practices Menjadikan Petani Yang Lebih Maju

Good Agriculture Practices atau GAP, sering kita dengar, namun pemahaman dan pelaksanaanya terkadang tidak sesuai dengan dengan standar yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan kerjasama antara Puslitbang Hortikultura dengan AFACI, telah dilaksanakan Bimtek dalam rangka mengenalkan GAP. Bimtek dilaksanakan pada tanggal 23-25 Oktober 2018 di kabupaten Garut. Lokasi Kab. Garut mendapatkan prioritas dikarenakan Kab Garut merupakan kawasan pengembangan cabai, yang sangat berpotensi sebagai penyangga pasar nasional ketika harga cabai mengalami lonjakan. Adapun tujuan Bimtek adalah 1). melakukan sosialisasi Good Agriculture Practices, 2). melakukan pelatihan pengendalian hama dan penyakit, 3). menyusun catatan harian petani dalam rangka mendorong petani untuk melakukan registrasi kebun dan 4). menyusun SOP budidaya cabai.


Bimtek diikuti oleh 10 petani dan 10 penyuluh dari 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Garut. Sepuluh kecamatan tersebut adalah kec. Cikajang, kec. Banyuresmi, kec. Cibiuk, kec. Cigedug, kec. Sukaresmi, kec. Pasirwangi, kec. Samarang, kec. Pangatikan, kec. Cilawu, kec. Sucinara. Nara sumber Bimtek adalah para peneliti yaitu Ir. Tony K Moekasan, Dr. Laksminiwati, Ir. Ineu Sulastrini, MS, Ir. Neni Gunaeni (Balai Penelitian Tanaman Sayuran), serta peneliti Heru S, S.Si, M.Sc dan Ir. Enjang Sujitno, MP dari Balai Pengkajian Tanaman Pertanian Jawa Barat (BPTP Jawa Barat), serta Bp. Ulus yaitu petani sukses sebagai pioneer yang sudah menerapkan GAP
 
Pada kesempatan tersebut Sekretaris Dinas Pertanian Bp. Beni Yoga sangat mengapresiasi kegiatan Bimtek yang dilaksanakan di Kab Garut. Beliau menyampaikan bahwa Dinas Pertanian seringkali mengalami kesulitan mendapatkan petani yang sudah melakukan kaedah-kaedah GAP. Untuk itu Dinas Pertanian sangat mendukung dan akan mengawal petani dan penyuluh yang sudah dilatih untuk menerapkannya di lapang.


Diharapkan kegiatan Bimtek ini menghantarkan petani cabai di Garut untuk dapat melakukan registrasi kebun dan menuju tahapan berikutnya Prima 1, Prima 2 dan Prima 3. Dengan meregistrasi kebun, maka produk dari petani semakin dipercaya oleh konsumen, sehingga peluang pasar semakin luas, tidak hanya pasar tradisional namun juga pasar modern. (Rm)