PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Foto untuk : Bimtek Kelembagaan, kopi, kunyit, Alpukat, manggis dan krisan: Wujud Komitmen Balitbangtan Untuk Kota Solok

Bimtek Kelembagaan, kopi, kunyit, Alpukat, manggis dan krisan: Wujud Komitmen Balitbangtan Untuk Kota Solok

Tindak lanjut MoU antara Kepala Balitbangtan dengan Wali Kota Solok diwujudkan melalui Kegiatan Inovasi Pengembangan Kawasan Agrowisata Payo. Kali ini, bentuk dukungan tersebut berupa Bimbingan Teknis (Bimtek) dalam rangka penerapan inovasi teknologi yang dihasilkan oleh Balitbangtan. Bimtek Pengembangan Agrowisata Payo, dilaksanakan pada 23 – 24 Juli 2018 dan diikuti oleh 55 petani (14 petani krisan, 9 petani alpukat, 16 petani manggis, 5 petani kunyit, 11 petani kopi) beserta 5 penyuluh pendamping. Bimtek ini  merupakan salah satu dari rangkaian dukungan Balitbangtan dalam Program Pengembangan Agrowisata Payo pada tahun 2018, yang telah diinisiasi sejak tahun 2017 melalui kajian kesesuaian lahan, pemetaan komoditas, dan kajian sosial ekonomi.

Mewakili Kepala Bappeda Solok, Ir. Ardi yetty menyampaikan bahwa berbagai kawasan pertanian dari dataran rendah hingga tinggi terdapat di Solok. Payo ditetapkan sebagai kawasan agrowisata karena keindahan alam dan potensinya dalam pengembangan berbagai komoditas perkebunan, hortikultura, pangan dan tanaman rempah. Akan tetapi sangat disayangkan, penerapan teknologi yang ada belum optimal. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Solok menyambut baik kerjasama tersebut, dengan harapan agar komoditas yang ada di Solok dapat berkembang secara optimal melalui dukungan inovasi teknologi. Demi kelancaran kegiatan, Dinas Pertanian Kota Solok telah menunjuk penyuluh pendamping untuk masing-masing komoditas. 

Gayung bersambut, Dr Ellina Mansyah selaku Kepala Balitbu Tropika menegaskan bahwa Balitbangtan akan memberikan dukungan dan pendampingan dalam pengembangan Kawasan Agrowisata Solok. Pada kesempatan ini, petani akan dibekali dengan pengetahuan mengenai kelembagaan, budidaya dan pasca panen komoditas terpilih (kopi, kunyit, alpukat, manggis dan krisan). Balitbangtan juga akan memberikan dukungan dalam penyediaan benih gratis. Untuk itu, Balitbangtan berharap agar Dinas Pertanian Kota Solok dapat bersurat ke Balitbangtan perihal permohonan benih. 

Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Dr. Drs. Jekvy Hebdra, M.Si, selaku Kepala BPTP Sumatera Barat, mewakili Kepala Puslitbang Hortikultura. Beliau menegaskan kembali bahwa Balitbangtan berkomitmen mengawal secara utuh mulai dari pemetaan kesesuaian lahan, bimbingan teknis budidaya hingga pelaksanaan di lapang. 

Diharapkan Bimtek ini mampu membekali petani dengan pengetahuan yang memadai. Namun, hal yang paling penting adalah komitmen stakeholder yang terlibat untuk bersama-sama mengawal petani dalam mengaplikasikan pengetahuan yang didapat melalui Bimtek. (RAN)