PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Foto untuk : Agribisnis Pepaya Merah Delima Ala Pak Dadang

Agribisnis Pepaya Merah Delima Ala Pak Dadang

Berada pada ketinggian 600 mdpl dengan udara yang sejuk terhampar sebidang tanah tidak kurang dari 1 hektar dikelilingi tanaman singkong dan bambu. Kampung Karag, Desa Langensari, Cianjur Jawa Barat, disinilah Pak Dadang bercocok tanam pepaya Merah Delima unggulan Badan Litbang Pertanian. Pepaya jenis ini disamping rasanya manis (Total Padatan Terlarut/TSS 14-17 oBrix), warna daging merah menyala, bobot buah sedang (0,8-1,0 kg), tekstur renyah sehingga bisa tahan sampai 6 hari disuhu kamar dengan potensi hasil sampai 70 ton/hektar/tahun. 

Tanaman pepaya Merah Delima mulai dipanen setelah berumur 9-12 bulan dengan umur panen optimal pohon pepaya adalah 3 tahun. Tanaman pepaya dapat tumbuh pada dataran rendah dan tinggi (sampai 1.000 mdpl), curah hujan 1.000-2.000 mm/tahun, suhu udara optimum 22-28 oC, kelembaban udara sekitar 40%, angin tidak terlalu kencang sangat baik untuk penyerbukan.  Tanah yang dikehendaki pohon pepaya adalah gembur mengandung humus dan harus banyak menahan air dengan pH tanah ideal adalah netral (pH 6-7).

Pertanaman pepaya milik Pak Dadang berjumlah 800 pohon terhampar pada luasan tanah 1 hektar dengan tumpangsari tanaman jambu kristal dan sayuran. Penyiraman dan pemupukan pepaya dilakukan menggunakan irigasi tetes sehingga untuk luasan satu hektar cukup dengan tenaga kerja satu orang. Panen pepaya dilakukan setiap dua hari sekali dengan hasil rata-rata 300 kg per sekali panen. 

Pepaya Merah Delima milik Pak Dadang sudah menembus supermarket Borma dan supermarket Setiabudi di Bandung dengan harga jual dari Pak Dadang Rp. 13.000,-/kg. Artinya setiap bulan  tidak kurang dari Rp. 58.500.000,- dari buah pepaya saja uang yang bisa diraup Pak Dadang dari modal Rp. 150.000,-/pohon/musim (3 tahun). (Uq)