Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura
PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Foto untuk : Puslitbang Hortikultura Rangkul Pemerintah Australia demi Pertanian Indonesia

Puslitbang Hortikultura Rangkul Pemerintah Australia demi Pertanian Indonesia

Puslitbang Hortikultura semakin mantap menjalin kerjasama di kancah internasional terkait penelitian dan pengembangan inovasi teknologi pertanian pada taraf yang lebih serius. Hal ini terbukti melalui terlaksananya workshop bertema “Improving Market Integration for High Value Fruit and Vegetable in Indonesia”, Selasa (8/5/18) bertempat di International IPB Convention Center. Workshop ini merupakan kegiatan rutin tahunan untuk memantau perkembangan kerjasama yang telah dijalin semenjak 2015 silam antara Puslitbang Hortikultura dengan Australian Center for International Agricultural Research (ACIAR), Adelaide University, dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Workshop di buka langsung oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Dr. Hardiyanto dilanjutkan dengan pemaparan Memorandum of Understanding (MoU) antara pihak-pihak terkait. Hadir dalam workshop, Project Leader, Prof. Randy Stringer, ACIAR Research Program Manager, Prof. Thomas Reardon dan Dr. Rodd Dyer, Akademisi IPB, Arif Daryanto, peneliti dan pejabat berbagai institusi serta kementerian. “Akhir pertemuan kerjasama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa yang sudah di kerjakan dan masukan kebaikan apa kedepannya. Penelitian ini akan menjadi rekomendasi untuk pemerintah pusat dan daerah dalam mengambil kebijakan. Bagaimana Value change antar komponen dan tindak lanjutnya sehingga dapat bermanfaat bagi petani,” papar Hardiyanto saat membuka workshop.


Yang tak kalah menarik, dalam workshop ini dihadirkan pula celebrity chef, Vindy Lee. Dalam sesi demo masak, Vindy Lee ditantang untuk mampu memberikan olahan yang lezat dari beberapa komoditas varietas pengembangan Puslitbang Hortikultura, Balitbangtan. Komoditas yang harus diolah adalah Mangga Arumanis, Jeruk Baby Pacitan, Jeruk Siam Pontianak, dan Jeruk Keprok Batu 55. Tampak dalam sesi demo masak, para hadirin menikmati hasil olahan tangan sang chef.

Sesi terakhir workshop diisi dengan pemaparan hasil penelitian mahasiswa/mahasiswa S3 penerima beasiswa kerjasama Puslitbang Hortikultura, ACIAR, Adelaide University, dan IPB. Presentasi berjalan dengan serius namun santai, dipandu oleh Kepala Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Dr Catur Raharjo. Dalam presentasi, terdapat tiga komoditas yang disoroti, yaitu bawang merah, mangga, dan jeruk. Dari enam penelitian yang disampaikan, penelitian terkait persepsi petani jeruk terhadap perubahan iklim oleh Abdul Muis menjadi pemenang pertama, sedangkan penelitian peranan pertanian jeruk terhadap pendidikan anak Indonesia oleh Phassara menjadi pemenang kedua.


Saat ditemui oleh redaksi, Kepala Bidang Kerjasama dan Pendayagunaan Penelitian Puslitbang Hortikultura, Idha Widi Arsanti menegaskan pentingnya capacity building untuk petani demi peningkatan nilai ekspor produk-produk strategis Indonesia ke dunia. “Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan capacity building petani, sehingga produk-produk Indonesia dapat berdaya saing di lar negeri dan tentu saja akan membawa dampak bagi kesejahteraan petani juga pelaku usaha pertanian dari hulu hingga hilir,” pungkasnya. IMNS