PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Foto untuk : Upaya Wihaji Menjadikan Palugada Di Batang

Upaya Wihaji Menjadikan Palugada Di Batang

Begitu subur dan indahnya alam Batang sehingga tidak berlebihan kalo Batang juga dikenal sebagai surganya Asia. Mulai dari pegunungan sampai ke pesisir, mulai dari petani sampai santri, mulai dari kiyai sampai pegawai Negeri semua ada di Batang. Bahkan cerita sukses Sunardi (nama samaran) seorang petani jeruk di Batang yang memiliki tiga anak lelaki tapi sulung semua sempat menarik perhatian Bupati Batang H. Wihaji, S.Ag, M.Pd saat menyampaikan sambutannya pada acara Penanaman Perdana Jeruk Dalam Rangka Pengembangan Kawasan Jeruk di Kabupaten Batang. 

Wihaji menyampaikan rasa gembiranya menerima bantuan benih jeruk 21.260 pohon dari total 35.335 pohon yang disiapkan Badan Litbang Pertanian termasuk bantuan pendampingan teknologinya. Varietas jeruk yang dikirim ke Batang meliputi Siam Pontianak, Siam Madu, Keprok Trigas dan Keprok RGL.  Benih jeruk tersebut akan ditanam pada lahan seluas 70,3 hektar yang tersebar di 12 Kecamatan dengan melibatkan 127 petani. 

Pada sambutannya Wihaji optimis bahwa Batang tiga empat tahun kedepan akan menjadi salah satu daerah penghasil jeruk di Indonesia. Sehingga Batang tidak hanya dikenal sebagai penghasil sengon dan krisan tapi juga penghasil jeruk varietas asli Indonesia. Wihaji berharap Batang pada akhirnya mampu menjadi Palugada (apa yang lu mau ada) di Batang.

Sementara Kepala Puslitbang Hortikultura Dr. Hardiyanto pada sambutannya menyampaikan bahwa Badan Litbang Pertanian sepenuhnya akan memberikan pendampingan teknologi dalam rangka mewujudkan Batang sebagai Kawasan Pengembangan Jeruk.