Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura
PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Foto untuk : Agrowisata Kampung Batu Patah

Agrowisata Kampung Batu Patah

Kasih jangan buat hatiku patah jadi dua. Begitu kata Alda Risma menggambarkan isi hatinya yang sedang dilanda kegalauan.

Kampung Batu Patah dengan pemandangan berlatarkan danau Singkarak dikejauhan dan bukit Payo kini menjadi semakin terkenal sejak Pemkot Solok bekerja sama dengan Badan Litbang Pertanian mencanangkan Payo sebagai Daerah Kawasan Agrowisata di Solok pada tahun 2017.

Berada pada ketinggian 900-1.000 mdpl dengan udara sejuk dan bersih, bukit Payo tidak saja memiliki daya tarik bagi wisatawan namun juga menjadi surga tumbuh kembangnya berbagai ekosistem tumbuhan mulai tanaman perkebunan (kopi, kakau, kemiri, cengkeh, dan kayu manis), tanaman pangan (padi dan jagung), tanaman hortikultura (manggis, alpokat, durian, pisang, jengkol, pete, tanaman sayuran dan tanaman hias), dan tanaman rempah (kunyit, jahe, sere dan lain-lain).

Upaya Badan Litbang Pertanian menjadikan Payo sebagai Daerah Kawasan Agrowisata (DKA) di Solok dimulai dengan pembuatan grand desain dan memetakan pertanaman, perikanan, peternakan dan lain-lain di atas lahan seluas 400 hektar. Selanjutnya Badan Litbang Pertanian juga memberikan bimbingan dan pendampingan inovasi teknologi terhadap petani dan stakeholder terkait bersama-sama dengan seluruh SKPD Pemkot Solok. Kawasan Agrowisata Payo ditargetkan sudah beroperasi secara optimal pada tahun 2020/2021.

Menurut Yusrizal (Ketua RW Payo) munculnya istilah Kampung Batu Patah bermula dari upaya penduduk Payo ratusan tahun silam untuk memindahkan batu seberat 200 kg dari Aripan ke bukit Payo yang merupakan tempat pemakaman para tetua adat setempat. Sayangnya satu kilo meter menjelang sampai ke bukit Payo batu tersebut jatuh dan patah menjadi dua. Sejak itulah Payo dikenal dengan sebutan Kampung Batu Patah.

Konon batu ini dijadikan tempat keramat untuk berbagai urusan, kesembuhan dari suatu penyakit, penglaris tata niaga, dan bahkan perjodohan.

Untuk urusan yang terakhir ini penulis telah membuktikannya sendiri dan hasilnya tidak meleset terlalu jauh. Anda penasaran..... (Uq)