Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura
PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Foto untuk : Indonesian GAP Project Unjuk Gigi di The 5th AFACI GA Meeting

Indonesian GAP Project Unjuk Gigi di The 5th AFACI GA Meeting

Sebagai salah satu anggota AFACI KOREA, Indonesia telah berpartisipasi aktif dalam berbagai tema kegiatan penelitian dan pengembangan sejak tahun 2013.  Dari beberapa kegiatan AFACI, Good Agricultural Practices yang dilakukan oleh Puslitbang Hortikultura dengan Dr. Idha Widi Arsanti sebagai Principle Investigator, mendapatkan penghargaan “The most outstanding Project and PI” sebanyak tiga kali.  Atas prestasi tersebut, Dr. Idha Widi Arsanti mendapat kehormatan untuk mempresentasikan hasil kegiatan GAP tersebut dalam the 5th AFACI GA Meeting di Laos (3/4/18).

Presentasi berlangsung selama 15 menit dengan materi berupa penyampaian pelaksanaan kegiatan GAP, capaian kegiatan GAP, dan lesson learned kegiatan GAP di Indonesia. Penerapan GAP sendiri di Indonesia telah dilakukan semenjak tahun 2009. Dengan kata lain, tujuan dari kegiatan AFACI ditekankan pada upaya untuk mendorong lebih banyak produk-produk hortikultura Indonesia yang tersertifikasi dalam kerangka GAP. Tak hanya produk, kegiatan AFACI juga mendorong agar lebih banyak petani yang dapat memperoleh registrasi lahan pertaniannya.

Sejauh ini, komoditas yang telah masuk dalam kerangka GAP adalah cabai, mangga, dan salak. Masing-masing komoditas ditanam dalam suatu demplot berbasis GAP dan Non GAP. Komoditas dalam demplot GAP wajib menerapkan prinsip-prinsip GAP termasuk diseminasi inovasi teknologi hortikultura seperti pemupukan, penggunaan pestisida dan bio-pestisida, penjarangan batang dan buah, pemanenan dan beberapa aktivitas lainnya. Pembuatan demplot berbasis GAP dan Non-GAP dimaksudkan agar masyarakat dan petani dapat teredukasi bahwa produksi, produktivitas, dan ketahanan terhadap hama penyakit untuk demplot GAP lebih baik dibandingkan dengan non-GAP. Pada akhir kegiatan GAP, dilaksanakan kunjungan lapang yang bertujuan meyakinkan petani agar segera mengimplementasikan GAP dan mengadopsi inovasi teknologi hortikultura.

AFACI GA Meeting merupakan high level meeting yang dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi pengambil kebijakan negara-negara anggota AFACI. Turut hadir pula Dr. M. Prama Yufdy, selaku Sekretaris Badan Litbang Pertanian, dan Dr. Erlita Andriyani, selaku Kabag KSHOH. “Suatu kehormatan dapat mempresentasikan hasil kegiatan GAP di Indonesia dan mengharumkan nama Indonesia”, pungkas Dr. Idha Widi Arsanti. (IWA/IMNS)