Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura
PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Foto untuk : Mendunia Melalui Hortikultura: Indonesia Siap Ekspor Salak Pondoh ke Korea Selatan

Mendunia Melalui Hortikultura: Indonesia Siap Ekspor Salak Pondoh ke Korea Selatan

Indonesia semakin mantap menjadi salah satu negara pengusung pertanian berkelanjutan di kawasan Asia. Hal tersebut dibuktikan melalui terjalinnya kerjasama antara 14 negara termasuk Indonesia, melalui Puslitbang Hortikultura, dalam kerjasama multi-lateral AFACI (The Asian Food and Agricultural Cooperation Initiative) semenjak 2012. Kerjasama yang terjalin memiliki tujuan peningkatan produksi pangan, peningkatan kesadaran terhadap pertanian berkelanjutan dan perbaikan diseminasi inovasi dengan saling berbagi pengetahuan dan informasi dalam hal teknologi pertanian antar anggota AFACI.

Tujuan tersebut salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan GAP (Good Agriculture Practice). Korea Selatan sebagai negara tempat kantor pusat AFACI berlokasi, pada Senin (12/3/2018) mengutus tiga orang delegasinya ke Indonesia untuk dapat berbagi pemikiran dan melihat langsung pelaksanaan GAP di Indonesia. Pelaksaan GAP di Indonesia sendiri telah diterapkan pada setidaknya 1000 petani salak pondoh di dua kelompok tani yang bertempat di Kecamatan Turi, Yogyakarta.

Kunjungan dimulai dengan agenda Focus Discussion Group (FGD) yang bertempat di Ruang Rapat II Gedung BPTP D.I. Yogyakarta. Pokok utama yang disoroti dalam diskusi adalah perkembangan penerapan GAP oleh petani salak pondoh di Kecamatan Turi dan peluang ekspor salak pondoh ke Korea Selatan. Kegiatan FGD dihadiri oleh jajaran pejabat struktural dari Puslitbang Hortikultura, Balai Penelitian Tanaman Buah, Dinas Pertanian D.I.Yogyakarta, Dinas Pertanian Sleman, Balai Penelitian Teknologi Pertanian D.I.Yogyakarta, dan BBP2TP DIY, dan para penyuluh dari BPTP D.I.Yogyakarta.
 

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapang ke lokasi percontohan kebun salak berbasis GAP dan Non-GAP. Melalui kerjasama yang terjalin, tahun ini diharapkan komoditas salak pondoh berbasis GAP mampu menembus pasar buah di Korea Selatan. Hal ini disambut baik oleh delegasi Korea Selatan, Won Il Kim, “Well, I think this fruit(Salacca) will be in our (South Korea) taste”.