Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura
PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Foto untuk : Off Season, Balitbangtan Panen Benih Benih Bawang Putih

Off Season, Balitbangtan Panen Benih Benih Bawang Putih

Diantara kabut bulan Februari yang berada pada puncak musim hujan, pada hari Senin, 12 Pebruari 2018, Kepala Puslitbang Hortikultura bersama-sama dengan Kepala dan para peneliti Balitsa, tim Dinas Pertanian Kabupaten Tegal dan gabungan kelompok tani Budi Luhur melakukan panen perdana bawang putih di Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal. Kejadian ini membuktikan bahwa dengan teknologi, bukan suatu hal yang mustahil untuk bertanam bawang putih off season. Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan APBNP 2017 untuk memproduksi benih bawang putih sebanyak 150 ton benih sebar, yang dilakukan di dua tempat, yaitu 15 ha di Desa Tuwel, sedangkan 15 ha sisanya dilakukan di Desa Tulungrejo – Batu – Jawa Timur.

Menyiasati lebatnya curah hujan, bawang putih yang ditanam adalah varietas Lumbu Putih. Dengan karakteristik daunnya yang tegak, maka varietas Lumbu Putih diyakini dapat bertahan di musim hujan, karena curah hujan tidak banyak yang “tergenang” di daun. Pada kondisi iklim yang kurang mendukung, panen di Tuwel menunjukkan bahwa varietas Lumbu Putih masih mampu menghasilkan produktivitas sekitar 10 ton/ha.

Dalam pernyataannya, Kapuslitbag Hortikultura Dr. Ir. Hardiyanto, M.Sc, menyampaikan bahwa panen perdana ini menunjukkan bahwa kita mempunyai teknologi/varietas yang bisa diandalkan untuk ditanam diluar musim (off season). Hal ini juga didukung oleh, pernyataan dari Bp. Abdul Jafar Setiawan selaku petani kooperator, bahwa bawang putih varietas Lumbu putih memang telah digunakan selama bertahun-tahun untuk bertanam di musim hujan. Pak Jafar juga menyampaikan bahwa Varietas Lumbu Putih juga lebih tahan terhadap serangan hama Thrips daripada varietas lainnya.

Kegiatan produksi benih sebar bawang putih untuk mendukung program swasembada pada tahun 2019, terus dilakukan. Pada tahun 2018, Puslitbang Hortikultura, melalui Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) juga memproduksi 225 ton benih sebar bawang putih. Hal ini diperkirakan akan terus dilakukan bersamaan dengan upaya peningkatan kapasitas petani dalam budidaya bawang putih, diantaranya melalui demoplot di sentra-sentra produksi.