Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura
PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Foto untuk : Penandatangan Pakta Integritas dan Penyerahan Surat Keputusan CPNS Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura

Penandatangan Pakta Integritas dan Penyerahan Surat Keputusan CPNS Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura

Sebagai tindak lanjut dari serangkaian proses penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian, telah lolos seleksi sebanyak 95 orang. Dari ke-95 orang tersebut telah diserahkan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Orientasi dan Pembekalan telah dilakukan oleh Badan Litbang Pertanian sejak 31 Januari sampai dengan 2 Februari 2018 di Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu Bogor. 

Para Calon Pegawai Negeri Sipil tersebut telah menerima materi pembekalan:
1. Arahan Bapak Kepala Badan Litbang Pertanian;
2. Organisasi, Manajemen, dan Program Badan  Litbang Pertanian;
3. Pengenalan terhadap Penelitian dan Pengembangan Komoditas Pertanian;
4. Pengenalan terhadap Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya (Biogen, Pascapanen, Mekanisasi Pertanian, dan Sumberdaya Lahan Pertanian);
5. Pengkajian Teknologi Pertanian dan Diseminasi Hasil Penelitian;
6. Success Story peneliti Badan Litbang Pertanian;
7. Pengenalan Informasi Media Sosial;
8. Dinamika Kelompok (Character building); 
9. Pengenalan Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu; dan acara ditutup dengan
10.Penyerahan CPNS oleh Sekretaris Badan kepada Unit Kerja Eselon II yang diwakili oleh Kepala Bagian Tata Usaha.

Sejalan dengan penyerahan tersebut, pada Hari Jumat, 2 Februari 2018, para Calon Pegawai Negeri Sipil Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura sudah dilakukan orientasi dan induksi kepada Pegawai sekaligus penjelasan terkait Tugas Pokok dan Fungsi, Visi, Misi, Tujuan, dan pengenalan Peraturan Perundangan, serta Budaya Kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura.

Memenuhi ketentuan Pasal 4 Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 49 Tahun 2011, bahwa seluruh Pegawai Negeri Sipil harus melakukan Pakta Integritas. Oleh karena itu, pada  tanggal 5 Februari 2018 dilakukan Penandatanganan Pakta Integritas oleh Calon Pegawai Negeri Sipil yang disaksikan oleh Kepala Pusat dan seluruh pejabat structural lainnya.

Dalam arahannya, Kepala Pusat mengingatkan bahwa menjadi Pegawai Negeri Sipil adalah merupakan sebuah amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Sementara itu, dalam upaya mewujudkan akuntabilitas yang selaras dengan Pakta Integritas, pelaksanaan tugas dan fungsi harus mengacu pada peraturan dan ketentuan yang berlaku. Namun demikian, terobosan dan kreatifitas yang positif dalam pelaksanaan tugas dan fungsi tetap diperlukan untuk kemaslahatan masyarakat. Kepada Pegawai yang baru diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil, Kepala Pusat menyampaikan Ucapan Selamat, dan berpesan agar segera berkonsolidasi dan bekerjasama dengan pegawai lainnya dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada secara efektif dan efisien. Dalam melaksanakan pekerjaan diminta untuk berpedoman pada Nilai-nilai yang berlaku di Kementerian Pertanian yaitu: Komitmen, Keteladanan, Profesionalisme, Integritas, dan Disiplin (KKPID).

Mengakhiri sambutan ini, Kepala Pusat kembali menyampaikan “selamat” kepada Calon Pegawai Negeri Sipil di Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura. Sumbangan pemikiran, dan ide-ide baru, serta inovasi kreatif sangat ditunggu  untuk kejayaan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura dan Pertanian Indonesia. Pada kesempatan tersebut Kepala Pusat menyerahkan Surat Keputusan Pengengkatan Calon Pegawai Negeri Sipil Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian kepada:
1. Karina, S.I.Kom. (NIP 198908042018012001), Calon Pranata Humas Ahli Pertama;
2. Khoirun Enisa Maharina, MP (NIP 199111302018012001), Calon Peneliti Ahli Pertama; dan
3. Dita Maulina Fauziah, SP (NIP 1992060252018012001), Calon Peneliti Ahli Pertama.