PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Foto untuk : Sinergi Mendukung Upaya Swasembada Bawang Putih Nasional

Sinergi Mendukung Upaya Swasembada Bawang Putih Nasional

Pada tahun 2019 Indonesia direncanakan dapat berswasembada bawang putih dari yang sebelumnya sebanyak 95% kebutuhan bawang putih Indonesia diperoleh dari impor. Padahal sebelumnya Indonesia pernah berjaya sebagai penghasil bawang putih dan dapat memenuhi kebutuhan bawang putihnya sendiri. Namun semenjak pasar bebas tahun 1998 dibuka, banyak bawang putih impor terutama dari Tiongkok yang memiliki harga lebih murah membanjiri pasar Indonesia sehingga bawang putih lokal Indonesia kalah bersaing di pasar dalam negeri sendiri.

Program upaya pencapaian swasembada bawang putih 2019 telah dimulai dengan APBNP 2017 dimana Direktorat Jenderal Hortikultura telah mengembangkan seluas 1700 ha pertanaman bawang putih yang rencananya hasil dari pengembangan tersebut akan digunakan sebagai benih untuk mendukung upaya swasembada bawang putih berkelanjutan. Untuk mendukung upaya tersebut, Puslitbang Hortikultura juga ikut berperan serta dalam melakukan Analisis Kebijakan untuk mendukung upaya swasembada bawang putih tersebut. 

Pada tanggal 23 Januari 2018 bertempat di Ruang Rapat Batu 55 Kantor Puslitbang Hortikultura Cimanggu dilakukan diskusi mengenai hal tersebut. Diskusi ini dihadiri oleh Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikultura Dr. Prihasto Setyanto, perwakilan dari Direktorat Perbenihan Direktorat Jenderal Hortikultura, Kepala Balitsa, peneliti analisis kebijakan Puslitbang Hortikultura, dan peneliti bawang putih dari Balitsa. 

Pada diskusi ini dipaparkan mengenai program pengembangan kawasan bawang putih untuk mendukung upaya swasembada bawang putih. Beberapa permasalahan yang menjadi pertanyaan di lapangan seperti bagaimana performa tumbuh dari benih bawang putih impor sudah tidak lagi menjadi pertanyaan karena menurut Direktur Sayur dan Tanaman Obat umbi benih impor dari luar negeri sudah dapat berumbi di  lingkungan Indonesia. Peluang untuk mengimpor benih untuk mendukung swasembada sangat terbuka terutama dengan menggunakan benih Great Black Leaf dari Taiwan.

Direktur Sayur dan Tanaman Obat juga mengharapkan dukungan dari Badan Litbang Pertanian terutama Puslitbang Hortikultura dalam hal pengawalandan pendampingan teknologi budidaya di 19 provinsi lokasi pengembangan APBN 2018, perbaikan kualitas untuk meningkatkan daya saing, pemurnian dan perbanyakan benih, penelitian budidaya bawang putih di dataran medium, uji adaptasi dan multilokasi benih dari luar negeri, serta teknologi budidaya bawang putih yang murah dan berdayasaing. Selain itu Direktur Sayur dan Tanaman Obat juga mengharapkan Puslitbang Hortikultura dapat melakukan verifikasi mengenai biaya produksi bawang putih baik dalam bentuk konsumsi maupun benih sebagai dasar untuk penentuan harga.

Balai Penelitian Tanaman Sayuran sendiri sebagai salah satu institusi penelitian dibawah koordinasi Puslitbang Hortikultura telah menghasilkan teknologi untuk memperbesar dan meningkatkan produksi bawang putih per satuan luas. Paket teknologi ini akan diujicobakan di tahun 2018 di tengah-tengah sentra produksi bawang putih.