PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Foto untuk : Temu lapang Proliga dan panen perdana benih bawang merah asal biji

Temu lapang Proliga dan panen perdana benih bawang merah asal biji

Dalam mendukung Kabupaten Solok sebagai sentral produksi bawang merah di Sumatera, Badan Litbang Pertanian mengembangkan teknologi produksi benih bawang merah asal biji atau TSS (True Seed of Shallot) dan teknologi budidaya produksi menggunakan benih asal biji dengan populasi lipat ganda (Proliga).


Temu lapang dibuka oleh Kabid KSPHP Puslitbang Hortikultura Dr. Arsanti mewakili Kepala Pusat. Turut hadir pada acara tersebut Kadistan Kab. Solok, Kadistan Kota Solok, Kadistan Kota Sawahlunto, Kadistan Kota Payakumbuh, Kelompok Tani Kecamatan Lembah Gumanti, Danau Kembar, Lembang Jaya, Iliran Gumanti, dan Gunung Talang didampingi PPL masing-masing.

Panen benih bawang merah asal biji tanggal 12 Desember 2017 di Taman Teknologi Pertanian Sukarami, Sumbar dipandu Prof. Suwandi. Menurut Suwandi kebutuhan benih bawang merah per hektar apabila menggunakan umbi adalah 1.200 kg sementara menggunakan benih asal biji cukup 3-4 kg saja per hektarnya. Benih asal biji disamping menghemat biaya produksi juga mudah dalam penyimpanan dan pengangkutannya.

Terkait Proliga bawang merah Suwandi menjelaskan bahwa hasil panen bawang merah yang selama ini 15-20 t/ha BKP (bawang kering panen) dengan teknologi Proliga dapat mencapai 30-40 t/ha. Peningkatan produksi terjadi karena diterapkan nya 4 unsur teknologi Proliga yang meliputi; (1) penggunaan benih TSS, (2) penambahan populasi tanaman dari 200 ribu menjadi 400 ribu tanaman per hektar, (3) penerapan manajemen hara dan air, dan (4)  pengendalian hama terpadu (PHT).


Uji petik terhadap pertanaman bawang merah asal biji di lokasi geltek setelah dikonversi adalah 34 t/ha. Hasil tersebut belum pada kondisi panen optimum (kurang 2 minggu). Sehingga pada saat panen dengan umur panen optimal hasil 40 t/ha optimis bisa tercapai kata Suwandi.