PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Foto untuk : Forum Floriculture Belt di Wonosobo

Forum Floriculture Belt di Wonosobo

Di Pendopo Kabupaten Wonosobo digelar acara Forum Kerjasama Lintas Kawasan Florikultura (Floriculture Belt).  Acara ini mempunyai arti strategis untuk membangun pusat pertumbuhan ekonomi berbasis komoditas unggulan daerah.  Kesepakatan yang dicapai adalah pengukuhan Forum kerjasama Lintas Kawasan Florikultura sebagai wadah komunikasi, konsultasi, dan kerjasama yang berkelanjutan. Deklarasi pengukuhan dari setiap kawasan florikultura akan diresmikan pada acara Openhouse Tanaman Hias, tahun depan di Balithi, Segunung Jawa Barat. Forum Kerjasama ini diemriahkan juga dengan lomba merangkai bunga yang melibatkan kelompok tani dan penyuluh di Pemda Kabupaten Wonosobo. 

Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari Bupati Wonosobo, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Wonosobo, Kepala BPTP DIY, Kepala BPTP Jateng, Dinas Pertanian Solok, Asosiasi/Gapoktan/Petani tanaman hias, dsb. Sambutan dari Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, yang diwakili oleh Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias, Dr. Rudy Soehendi menyampaikan bahwa Balitbangtan memiliki program untuk kemajuan industri pertaniandengan  mengembangkan sistem integrasi inovasi ke dalam agribisnis melalui implementasi model dukungan inovasi ke dalam pengembangan usaha industrial. Strategi ini dapat memadukan seluruh segmen usaha dari hulu sampai ke hilir dalam ikatan kelembagaan yang kuat, efektif berkelanjutan. Model dukungan inovasi tersebut telah menjadi bagian dari program dan kegiatan di berbagai instansi dan lembaga di pusat maupun daerah.
 
Pada acara ini dibahas mengenai kendala-kendala, selain keuntungan dalam agribisnis krisan. Kendala teknis yang menghambat kemajuan industri florikultura di beberpa daerah, yaitu ketersediaan benih bermutu yang terbatas untuk skala besar dan jaringan pasarnya. Namun di daerah lain, khususnya di Semarang, Kulon Progo, DIY pasar florikultura sangat menjanjikan. 
Pada kesempatan ini telah berlangsung komunikasi dan kerjasama secara langsung antara pihak DIY dalam hal ini BPTP, dengan Dinas Pertanian Batang. DIY akan membuka pasar untuk hasil produksi florikultura dari Kabupaten Batang. Karena pada sesi sebelumnya, Kepala Dinas kabupaten Batang sempat mengeluhkan belum adanya jaringan pemasaran untuk hasil produksi krisan di Batang. Untuk itu, penting adanya keberlanjutan dari forum kerja sama lintas kawasan florikultura. Pada akhir sesi acara, selain pengukuhan forum kerjasama lintas kawasan juga disepakati komunikasi akan tetap berlangsung melalui pemanfaatan TIK berupa portal web online maupun media sosial lainnya yang berisi infomasi penawaran dan permintaan produk florikultura lintas kawasan.