Internal Server Error

The server encountered an internal error or misconfiguration and was unable to complete your request.

Please contact the server administrator at webmaster@a1b2cd.byseo.co to inform them of the time this error occurred, and the actions you performed just before this error.

More information about this error may be available in the server error log.

Additionally, a 500 Internal Server Error error was encountered while trying to use an ErrorDocument to handle the request.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura
PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Foto untuk : Agar Krisan Terus Berbunga

Agar Krisan Terus Berbunga

Ada dua cara agar krisan terus berbunga sepanjang tahun. Yang pertama perlu dilakukan penambahan green house, sehingga bisa dilakukan pergiliran tanam­ an. Peneliti Balithi, E. Dwi Sulistya Nugroho mengingatkan bahwa masa berbunga tanaman ini hanya berlangsung 2­3 minggu saja setelah itubunga akan rontok dan harus di tanam dengan tanaman baru.
Untuk mendukung perluasan krisan ini, perlu dilakukan pembinaan dan penumbuhan petani penangkar bibit krisan. Ketersediaan bibit yang berstandar akan mampu menopang sukses kebun krisan.

Kiat yang kedua yang perlu diterapkan oleh petani adalah menerapkan Panduan Teknis Budidaya Krisan Bunga Potong. Berikut panduan ringkas tersebut. 

Seiring dengan pengolahan tanah dan pembentukan bedengan, aplikasi pupuk dasar dapat dilakukan dengan menggunakan : Pupuk kandang yang telah matang sempurna sebanyak 30 ton/ha atau 3 kg/m 2, Pupuk kimiaberupa Urea dengan dosis 250 kg/ha atau 25 g/m2, SP 36 sebanyak 40 kg/ha, atau 40 g/m2, dan KCl sebanyak 350 kg/ha atau 35 g/m. Atau NPK (16:16:16) 1 ton/ha (100g/m2). 

Pemupukan lanjutan dilaku­ kan pada saat tanaman berumur 2, 4 dan 6 minggu dengan menggunakan Urea sebanyak 1,5 – 2g/m2 dan KNO3 sebanyak 6 g/m. Pemupukan lanjutan berikutnya diberikan setelah tanaman ber­
umur 8 minggu berupa Urea sebanyak 1,5 g/m 2 , KNO sebanyak6 g/m2 dan SP 36 sebanyak 3 g/m2. Pupuk daun diaplikasikan mulai saat tanam hingga satu minggu menjelang panen dengan frekuensi 2 kali seminggu sesuai dosis anjuran dalam kemasan.

Bahan tanam atau benih yang digunakan berupa stek yang telah berakar yang seragam dan telah melalui proses pengakaran 12 – 18 hari. Penanaman dilakukan pagi atau sore hari dimana kondisi belum/tidak lagi panas karena terik matahari untuk mencegah kematian tanaman yang tinggi. Stek­stek berakar ditanam pada lahan bedengan dengan kerapatan tanam 100/m2 atau dengan jarak tanam 10 x 10 cm.

Sehari sebelum tanam, bedengan sebaiknya diberi air hingga basah (dileb) tapi tidak menggenang. Setelah penanaman, air diberikan setiap hari hingga tanaman berumur 10 – 14 hari atau tergantung kondisi kelembaban tanah untuk menghindarkan kematian tanaman muda. Setelah tanaman berumur 14 hari, penyiraman dapat dilakukan 2 – 3 hari sekali tergantung kondisi pertanaman. Pemberian jaring penegak tanaman diperlukan untuk membantu tumbuh tegaknya tanaman agar tidak roboh. Jaring penegak  terbuat dari tambang plastik dengan ukuran lobang 10 x 10cm memanjang searah panjang bedengan. Jaring penegak biasannya dipasang sebelum penanaman  dan perlahan­lahan dinaikkan seiring dengan tinggi tanaman.

Pemberian Cahaya Tambahan
Pemberian cahaya tambahan dilakukan pada malam hariselama 4 – 5 jam/hari, mulai pukul22.00 hingga 03.00. Pemberian cahaya tambahan dilakukan setiap hari dari awal tanam hingga tanaman berumur 30 hari atau bila ketinggian tanaman telah mencapai 50 – 55 cm, tergantung jenis varietas. Apabila tinggi mencapai 50 cm lampu dapat dimatikan, dan jika tanaman belum mencapai 50 cm maka periode pencahayaan dapat ditambah hingga tanaman mencapai 50 cm.

Setelah 30 hari, pemberian cahaya tambahan pada malam hari dihentikan. Rangkaian titik­titik lampu untuk aplikasi pemberian cahaya tambahan adalah: jarak titik lampu dari bedengan (ketinggian lampu dari bedengan) adalah 1,5 m. Jarak antar lampu dalam bedengan adalah 2 m. Lampu yang dipergunakan adalah lampu LED warna kuning dengan kekuatan 18 (setara 75 watt) atau 23 (setara 100 watt) watt/ titik atau jenis lampu lain yang mempunyai intensitas cahaya yang sama.

Pengendalian Hama dan Penyakit
Penyemprotan fungisida  (Daco nil, Antracol, Dithane M45 atau Score) rutin 2 kali seminggu untuk penyakit karat dan bercak daun sesuai dosis anjuran dalam kemas an. Penyemprotan insekstisida (Agri mec, Confidor dan Decis) rutin 2 kali seminggu untuk hama ulat, tungau atau kutu daun sesuai dosis anjuran dalam kemasan. Sangat dianjurkan pemakaian fungisida dan insektisida yang berselang­seling jenis nya pada setiap kali penyemprotan. Bila saat tanam ditemukan adanya serangan ulat tanah atau siput telanjang, maka perlu diberi umpan bekatul yang dicampur dengan gula merah dan insektisida. Pemberian umpan ini perlu dipastikan efektifitas umpan tersebut.

Perompesan
Perompesan dilakukan untuk menghilangkan tunas­tunas lateral kecil yang tumbuh pada buku­buku batang bagian bawah. Pada krisan tipe standar, bunga yang tumbuh pada apikal dibiar kan tumbuh membesar. Sedang  kan bakal­bakal bunga yang tumbuh pada ketiak daun pada buku­buku batang bawah dibuang agar tidak mengganggu pertumbuhan bunga yang dipelihara.

Panen
Pada bunga krisan tipe spray, kriteria waktu panen adalah bila 70 persen bunga telah mekar. Panen dilakukan pagi hari, dimana tanaman dalam stadia vigor dan turgiditas yang tinggi. Panen dilakukan dengan memotong batang tanaman kira­kira 5 cm dari atas permukaan tanah dengan menggunakan gunting potong.

Pada bunga krisan tipe standar, bunga dibungkus dengan menggunakan kertas seperti corong dengan bagian atas corong terbuka untuk menghidarkan kerusakan bunga saat panen dan proses pasca panen. Setelah dipotong, tanaman harus segera diletakkan pada ember yang telah berisi air dan ditempatkan pada tempat yang teduh untuk menghindarkan kelayuan dini tanaman