Internal Server Error

The server encountered an internal error or misconfiguration and was unable to complete your request.

Please contact the server administrator at webmaster@a1b2cd.byseo.co to inform them of the time this error occurred, and the actions you performed just before this error.

More information about this error may be available in the server error log.

Additionally, a 500 Internal Server Error error was encountered while trying to use an ErrorDocument to handle the request.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura
PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Foto untuk : Rumput Laut, Solusi Bengkak Akar Krisan

Rumput Laut, Solusi Bengkak Akar Krisan

Budidaya tanaman hias secara komersial telah dilakukan para pelaku usaha dengan menerapkan teknologi modern berbasis agribisnis. Hal ini berjalan seiring peningkatan pendapatan masyarakat dan perkembangan industri pariwisata, yang mendongkrak kebutuhan tanaman hias dari tahun ke tahun. Sayang, usaha budidaya tanaman hias di Indonesia menghadapi kendala serius, berupa serangan hama dan penyakit.

Satu penyakit yang sangat merugikan adalah penyakit bengkak akar yang disebabkan nematoda Meloidogyne spp. Yang mudah dikenali dengan gejala bengkak akar (gall), deformasi sistem perakaran, nekrosis daun, kerdil, dan layu.

Serangan Meloidogyne spp. ini dapat menurunkan produktivitas tanaman hias hingga 60 persen, tergantung kerentanan tanaman, patogenisitas dan kondisi lingkungan. Di daerah tropik kerugian yang ditimbulkan penyakit tersebut diperkirakan jauh lebih tinggi dibandingkan kerugian di daerah subtropik maupun daerah beriklim sedang.
 
Berbagai upaya teknologi pengendalian telah direkomendasikan para ahli nematologi di seluruh penjuru dunia. Kebanyakan rekomendasi yang disarankan demi menekan serangan Meloidogyne spp. adalah melalui penggunaan nematisida sintetik

Satu produk alam yang dapat dimanfaatkan untuk pengendalian nematoda bengkak akar ini adalah rumput laut. Ekstrak rumput laut efektif mengendalikan nematoda parasitik pada tanaman hias. Di sisi lain potensi Indonesia sebagai penghasil ekstrak rumput laut sangat besar sehubungan dengan luasnya wilayah laut yang ada.

Demikian pula pengembangan produk rumput laut di Tanah Air cukup potensial mengingat industri hortikultura nasional sedang mengalami pertumbuhan yang sangat cepat sebagai dampak dari peningkatan kebutuhan pasar domestik dan internasional.

Dari hasil penelitian yang digelar di Tanah Air, ada enam jenis rumput laut ditemukan dari perairan laut Jakarta dan Sukabumi, yaitu Gelidium sp., Sargassum sp., Ulfa sp., Eucheuma sp., Gracilaria sp., dan Grata-loupia livida. Namun Grata-loupia livida terbukti paling efektif mengendalikan Meloidogyne spp. Dan formulasi Grata-loupia livida cair ternyata paling efektif dibandingkan formulasi lainnya. Rumput laut ini lebih efektif dibandingkan nematisida carbofuran 3 %. Aplikasi rumput laut terbukti meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang, bobot basah tanaman krisan, serta mempercepat inisiasi bunga. 


Rumput laut mengandung tiga jenis bahan aktif, yaitu aminobutyri acid betain, glycine betain, dan aminoaleri acid betain. Ketiga jenis bahan aktif tersebut berperan sebagai prekursor dalam sintesis formaldehid yang bersifat toksik bagi Meloidogyne spp. Rumput laut juga mengandung hara makro dan mikro dengan tingkat konsentrasi yang memungkinkan dapat digunakan sebagai pemasok hara bagi tanaman krisan.