PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Foto untuk : RDP DPR Dengan Kementerian Dan Lembaga Terkait Stabilisasi Pasokan Dan Harga Pangan Jelang Lebaran

RDP DPR Dengan Kementerian Dan Lembaga Terkait Stabilisasi Pasokan Dan Harga Pangan Jelang Lebaran

Dalam RDP pada tanggal 7 Juni 2017 di Gedung DPR RI, yang membahas mengenai stabilisasi pasokan dan harga pangan jelang lebaran 2017, hadir Anggota DPR Komisi IV dan Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, Kementerian Dalam Negeri, Ketua KPPU, Sekjen KKP, Dirut BULOG, dan POLRI.

Harga komoditas pangan utama nasional saat ini jelang lebaran mengalami kenaikan, di mana harga beras  berkisar Rp. 10.200,- per kg, harga cabe rawit merah adalah Rp. 47.500,- per kg,  harga minyak berkisar Rp. 14.500,- per liter, harga gula berkisar Rp. 16.000,- per kg, harga daging sapi Rp. 120.000,- per kg, serta harga telur Rp. 21.000,- per kg.   Akhir-akhir ini muncul fenomena disparitas harga antara petani/nelayan dan konsumen akhir. Adanya penimbundan stock pangan oleh kartel, seringkali menjadi penyebab timbulnya kenaikan harga pangan tersebut. Sejauh mana pemerintah melakukan intervensi dalam pemenuhan kebutuhan pangan pokok yang aman dan berkualitas serta pengendalian harga. Menteri Pertanian menyampaikan bahwa neraca beras surplus dan stabilitas harga beras masih terjaga. Harga minyak naik sedikit, harga gula, cabe rawit, daging sapi relatif stabil. Harga daging ayam naik namun tetap lebih rendah kenaikannya dari tahun sebelumnya. Harga bawang putih bergejolak cukup tinggi di mana terjadi fenomena kartel yang dimonopoli oleh 13 perusahaan. Tindakan tegas telah dilakukan dengan mencabut perijinan perusahaan tersebut. Sementara itu, Sekjend KKP menyampaikan bahwa permintaan ikan jelang lebaran akan meningkat sekitar 5-20%. KKP melakukan konsolidasi dan komunikasi dengan supplier besar, dan berbagai produsen perikanan untuk menahan gejolak harga, di samping juga operasi pasar.

Kemendag mengkonfirmasi bahwa telah diterbitkannya beberapa Permen yang kondusif untuk stabilisasi pasokan dan harga, seperti Permen terkait hortikultura dan HET. Saat Lebaran 2012, inflasi mencapai 2,7% sementara saat ini inflasi menurun hanaya berkisar 0,39%. Permendag sudah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk beberapa komoditas, seperti gula pasir Rp. 11.900,- per kg, minyak Rp. 11.000,- per liter, daging Rp. 92.000,- di pasar retail modern, yang lebih mudah diintervensi. Intervensi di pasar retail kecil relatif sulit, namun tetap dilakukan melalui berbagai pendekatan untuk dapat menjual produk dengan harga yang wajar.

Bulog menginformasikan bahwa cadangan pangan (stock) yang ada saat ini relatif mencukupi, baik beras, minyak goreng, jagung, kedelai, dan daging. Misalnya stock beras di BULOG saat ini berjumlah 1,9 juta ton, siap untuk memenuhi kebutuhan rutin masyarakat selama 8 bulan. Ketersediaan daging sejumlah 34.000 ton dengan harga jual pada kisaran Rp. 60.000,- per kg. Ketersediaan minyak goreng juga cukup stabil, yaitu Rp. 11.000,- per liter. Namun demikian untuk komoditas bawang merah, pemerintah masih merasa kesulitan dalam menekan harga. BULOG hanya bisa mendapatkan harga Rp. 15.000,- per kg untuk kering konde dan Rp. 18.000,- per kg untuk kering askip. Gerakan stabilisasi pangan dan operasi pasar di seluruh Indonesia dilaksanakan oleh BULOG untuk beberapa komoditas seperti beras, gula, daging, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, dan cabe. Di samping itu menjalin kerjasama dengan saluran pemasaran utama dan Pemda.
POLRI melalui Satgas Pangan dan Polda senantiasa melakukan pengawasan perdagangan barang kebutuhan pokok seperti yang sudah ditetapkan oleh Permendag no 63 tahun 2016 melalui harga acuan komoditas utama. Ada permasalahan di lapangan misalnya pedagang eceran yang menaikkan harga sendiri untuk mengambil keuntungan pribadi. Secara umum seluruh provinsi mengalami kenaikan harga dari HET yang sudah ditetapkan oleh Kemendag. POLRI menjumpai 83 kasus di lapangan, seperti LPG oplosan, pembuatan makan dari bahan yang tidak layak, gula rafinasi dikonsumsi langsung, dll. Beberapa aksi nyata yang dilakukan POLRI apabila terjadi selisih harga adalah pengecekan cadangan produk ke bulog, cross check dengan data pengeluaran selama satu minggu, melakukan interview langsung kepada distributor, pedagang, petani, dan pelaku lainnya, sehingga akan diketahui factor penyebab kenaikan harga.
 
KPPU sesuai dengan TUSINYA telah secara rutin melakukan investigasi untuk mengamati pergerakan harga di pasar. Pada beberapa kasus, KPPU telah menetapkan denda kepada trading farm sapi, ayam, dan bawang putih yang melakukan kartel harga. Dengan adanya koordinasi lintas sektoral yang efektif, diharapkan pada saat lebaran ketersediaan pangan terpenuhi, dan jika ada kenaikan harga masih berada dalam batas wajar yang dapat dinikmati oleh petani sebagai pelaku utama dalam produksi.