PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Food Estate Humbang Hasundutan: Puslitbang Hortikultura Komitmen Penuh Lakukan Pendampingan Lanjutan

Food Estate Humbang Hasundutan: Puslitbang Hortikultura Komitmen Penuh Lakukan Pendampingan Lanjutan

(Humbang Hasundutan-16/02/2021) Sebagai upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, Kementerian Pertanian berkomitmen kembangkan kawasan Food Estate Humbang Hasundutan (FE Humbahas) berbasis Hortikultura. Tiga komoditas utama yang telah digarap sejak Agustus 2020 lalu adalah bawang merah, bawang putih, dan kentang. Puslitbang Hortikultura sebagai penanggung jawab untuk aspek penelitian dan pengembangan (litbang), bersinergi dengan Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Balai Besar Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara (BPTP Sumut), Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP), dan Balai Besar Mekanisasi Pertanian (BB Mektan) beserta pihak terkait termasuk pemerintah daerah, petani dan penangkar, bersama-sama wujudkan komitmen tersebut. Kegiatan ini juga merupakan agenda besar lintas Eselon I di Kementerian Pertanian bahkan lintas kementerian.

Kepala Puslitbang Hortikultura, Dr. Muhammad Taufiq Ratule bersama Dr. Harmanto selaku Kepala Balitsa dan Dr. Khadijah El Ramija selaku Kepala BPTP Sumatera Utara melakukan kunjungan demo farm (demfarm) untuk komoditas bawang merah, bawang putih, dan kentang. Kunjungan tersebut selain untuk memantau perkembangan lapang, juga merupakan ajang diskusi dengan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Humbahas dan tim dari Universitas Sumatera Utara (USU). Dalam diskusi, disoroti bahwa kendala utama yang sangat mungkin terjadi, yaitu kegagalan panen, mampu dihadapi dengan pelaksanaan prosedur on farm yang baik. Kecukupan nutrisi, pengendalian hama terpadu, dan penggunaan varietas unggul menjadi salah satu kunci utama. “Kecukupan nutrisi menjadi kunci penting untuk komoditas yang produk utamanya adalah umbi, seperti tiga komoditas yang kita kembangkan ini.” Tutur Muhammad Taufiq Ratule, dalam diskusi.

Selain menyoroti masalah on farm, diskusi juga berlanjut pada processing. Disela-sela diskusi dan kunjungan lapang, Kepala Puslitbang Hortikultura beserta tim sempat menyaksikan proses pengeringan bawang merah hasil panen demfarm bawang merah pada minggu lalu. Lebih lanjut, Balitsa melalui koordinator lapang demfarm, Fatiani Manik menuturkan bahwa dalam pelaksanaannya tentu terdapat banyak kendala yang dihadapi. Tidak hanya pada demfarm, namun juga sub kegiatan lain. Kendala yang terjadi selain kemungkinan gagal panen, juga pada kelembagaan, hingga teknis pelaksanaan seperti ketersediaan sarana produksi pertanian hingga keterbatasan tenaga kerja. Akan tetapi, untuk aspek litbang sendiri, yang tentunya dengan bantuan yang melibatkan berbagai pihak-pihak terkait, kendala-kendala tersebut mampu dilalui dengan sangat baik dan dirasa sudah siap digunakan percontohan bagi masyarakat. 

Pemerintah hanya perlu melakukan pendampingan saja ke depan untuk kegiatan ini. Pengembangan lebih lanjut dapat dilaksanakan oleh masyarakat sekitar bersama investor yang akan melaksanakan pengembangan dengan target seluas 1.000 Ha. (IMNS/RH – Pict by tim Balitsa dan tim BPTP Sumut)