PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Teknik Top Working Sambung Kulit Tanaman Jeruk Pamelo

Teknik Top Working Sambung Kulit Tanaman Jeruk Pamelo

Top working adalah penyambungan batang atas juvenile yang dilakukan pada interstock tanaman yang telah berproduksi. Prinsip dasar teknik top working adalah menyambung atau menempel pada batang bawah tanaman yang berupa pohon besar dengan diameter batang bawah  antara 5–30 cm. Supaya tidak menyulitkan pekerjaan, batang bawah yang tua dan terlalu besar sebaiknya tidak digunakan. 

Teknologi top working awalnya banyak diterapkan pada tanaman hias, yaitu pada tanaman beringin, bougenvile, adenium, bunga sepatu, lantana, dan lain-lain, namun saat ini top working sudah diterapkan pada tanaman buah-buahan, yaitu jeruk, alpokat, mangga, durian, manggis, apel, jambu, dan anggur.

Tanaman buah-buahan akan berproduksi antara 1 sampai 5 tahun setelah top working sesuai dengan jenisnya, dengan kualitas buah yang relatif seragam dalam hal ukuran, bentuk, dan rasa, sesuai induknya dan berproduksi secara kontinyu setiap tahun. Penerapan teknologi top working dapat mengatasi masalah polinasi seperti self incompatibility dan tanaman berumah dua, memperbaiki pertumbuhan tanaman, mempercepat pembungaan tanaman tetapi tidak dapat menyembuhkan tanaman yang sedang sakit.

Salah satu teknologi top working dapat dilakukan secara baik grafting/sambung kulit, cara sambung kulit dan okulasi diterapkan pada batang bawah yang kulit batangnya mudah dikelupas (diameter batang <10 cm), sedangkan cara sambung celah diterapkan pada batang bawah yang kulit batangnya susah dikelupas (diameter batang >10 cm).

Pada tanaman pamelo, teknologi top working dilakukan pada tanaman berumur lebih dari 15 tahun dengan diameter batang antara 10–15 cm. Teknik top working yang dapat dilakukan salah satunya adalah secara sambung kulit.

Tahapan Teknik Top Working  Sambung Kulit Tanaman Pamelo
  • Batang bawah/ranting tanaman dipotong setinggi antara 50 – 75 cm dari pangkal batang.
  • Pada bekas potongan tadi dibuat sayatan kulit ke bawah sepanjang 2 – 3 cm.
  • Entris (batang atas) varietas terpilih yang berasal dari Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT) dipotong sepanjang 7-10 cm, dengan kedua ujungnya dibentuk meruncing.
  • Entris dipertautkan pada batang bawah tanaman dengan membuka sayatan kulit, lalu disisipkan ke dalam. 
  • Entris yang dipasangkan berjumlah dua atau tiga.
  • Untuk memperkuat pertautan antara batang atas dengan batang bawah maka dilakukan pengikatan dengan tali plastik/tali rafia/tali karet.
  • Bagian tanaman yang terbuka ditutup dengan lilin.
  • Agar tidak terkena sinar matahari secara langsung, tanaman disungkup dengan kertas semen dan kantung plastik.
  • Setelah sambungan jadi,  kantung sungkup dibuka.
  • Kelebihan : mudah dilakukan
  • Kelemahan : memerlukan tenaga yang lebih karena harus memotong tanaman terlebih dahulu, boros penggunaan entres
Berdasarkan pengamatan di lapang, untuk memacu pertumbuhan tunas hasil top working secara okulasi dan sambung sisip maka 2 minggu setelah okulasi/sambungan hidup, batang/ranting tanaman harus segera dipotong karena jika tidak dilakukan pemotongan akan mengakibatkan mata tunas dorman dan dapat menyebabkan kematian, aliran nutrisi tidak fokus pada mata tunas tetapi menyebar keseluruh bagian tanaman. 

Agus Sugiyatno dan M. Taufiq Ratule