PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Kenali Hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) Lewat Kentang Varietas Medians Agrihorti

Kenali Hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) Lewat Kentang Varietas Medians Agrihorti

(Ciampea-08/02/2021) Kerja sama lisensi yang dijalin oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dengan PT Darul Fallah Mandiri (Dafam) kini telah menginjak 5 tahun sejak pertama diinisasi. PT Dafam merupakan lisensor tiga kentang varietas, yaitu Medians, Amabile, dan Andina milik Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura (Puslitbanghorti). Menurut Manager Research and Development, kentang varietas Medians masih cukup ramai peminat di tahun 2020 meskipun pandemi COVID-19 cukup berdampak pada perekonomian nasional secara signifikan. Hal ini terbukti dengan penjualan planlet di tahun 2020 yang meningkat dibandingkan dengan tahun 2019. Tahun 2020 sendiri telah terjual sebanyak 310 botol planlet Medians Agrihorti dengan sebaran daerah penjualan di Pengalengan, Sembalun, dan Lombok. 

Selain kentang Varietas Medians Agrihorti, PT Dafam juga melisensi dua varietas lain, yaitu varietas Amabile dan Andina. Menurut Manager Research and Development, tidak ada kendala dalam produksi maupun pemasaran planlet untuk varietas Medians. Akan tetapi, di tahun 2020 ini, tidak terdapat pesanan untuk varietas Amabile dan Andina. Selain ketiga varietas tersebut, Balitsa juga memperkenalkan dua varietas baru lain, Golden Agrihorti dan Venturi yang saat ini dalam proses penerbitan Hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT).

Hak PVT sendiri merupakan salah satu komponen penting yang harus diperhatikan oleh penangkar ataupun petani untuk mengomersialisasikan suatu varietas untuk masyarakat luas. Dengan adanya hak PVT, penangkar maupun petani mendapat jaminan berupa perlindungan dari pemalsuan produk yang dihasilkan dari kultivar tersebut. Secara tidak langsung, hak PVT ini turut melindungi konsumen akhir, yaitu masyarakat luas dengan jaminan nutrisi yang terkandung dalam produk yang dikonsumsi.

Kentang varietas Medians Agrihorti adalah contoh vareitas yang telah memiliki hak PVT. Dengan adanya hak PVT, pengguna (dalam skala komersial) diharuskan membayar royalti kepada pemerintah. Royalti ini kemudian akan diberikan kembali kepada pemulia dan instansi, sehingga sangat wajar jika harga dipasaran berbeda dengan varietas lain.

Terlepas dari pentingnya Hak PVT, pada nyatanya masih sangat banyak masyarakat umum yang belum cukup familiar dengan hal tersebut. “Kedepan, memang perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat umum terkait hak PVT termasuk konsekuensi hingga keuntungannya bagi pemulia, penangkar, petani hingga konsumen akhir,” tutur Rudi Hartono, Koordinator Substansi Kerja Sama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian Puslitbanghorti, sejalan dengan peneliti kentang Balitsa. Kentang Medians merupakan kentang industri yang berbeda dari kentang sayur yang ada dipasaran. (IMNS/ALS)