PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Varietas Potensial Untuk Perakitan Varietas Unggul Baru Mawar

Varietas Potensial Untuk Perakitan Varietas Unggul Baru Mawar

Mawar merupakan salah satu jenis bunga yang memiliki pasar yang cukup besar di Indonesia. Nilai ekonomi bunga mawar ditentukan oleh kualitas bunga seperti tangkai bunga panjang, aroma bunga wangi, diameter bunga besar, dan warna bunga. Kualitas bunga mawar potong bergantung pada karakteristik eksternal tanaman seperti warna, panjang, volume, kesegaran, dan aroma serta daya tahannya terhadap serangan hama dan penyakit. 

Kualitas bunga yang bagus akan meningkatkan nilai jual bunga mawar, umumnya konsumen lebih menyukai mawar yang mempunyai ukuran bunga besar dan warna yang cerah Mawar digunakan sebagai bunga potong untuk karangan bunga, bunga tabur ritual keagamaan, minyak esensial industri parfum dan kosmetik.

Pembentukan kultivar unggul baru mawar dapat ditempuh dengan melakukan manipulasi variabilitas genetik melalui kegiatan seleksi tetua, hibridisasi, dan seleksi tanaman F1. Pengembangan kultivar mawar baru melalui pemuliaan diorientasikan pada perluasan keragaman genetik bunga mawar dan perbaikan kualitasnya untuk mendukung pengembangan industri florikultura berbasis keunggulan nasional. Hibridisasi berkontribusi cukup besar dalam menghasilkan varian fenotifik yang baru.

Pertimbangan metode pemuliaan yang digunakan sangat penting untuk memperkirakan perkembangan genetik, karena ada metode yang secara langsung membandingkan kultivar sebelumnya dengan kultivar yang baru. Morfologi batang kokoh Warna bunga kuning cerah Petal bunga kaku dan tebal ( 0,49 mm) Diameter bunga mekar ± 8,5 cm Tangkai bunga panjang (± 8,2 cm) Polen/serbuk sari banyak Kepala putik tersusun rapi Jumlah duri pada batang sedikit Mahona Pemilihan induk jantan dan betina yang akan disilangkan harus disertai dengan penguasaan sifat kedua induk tersebut, termasuk sifat yang dominan, seperti ukuran bunga, warna dan bentuk bunga, yang akan diwariskan ke generasi selanjutnya. 

Pemilihan karakter atau sifat tetua betina dan tetua jantan akan menentukan keberhasilan persilangan dan kualitas tanaman turunannya. Keragaman warna, bentuk, dan corak mawar akan bertambah dengan kegiatan hibridisasi. Pemilihan dan pemanfaatan tetua yang berkualitas akan menciptakan varian unggul baru.

Eka Fibrianty - Puslitbang Hortikultura