PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Kultur Jaringan Krisan

Kultur Jaringan Krisan


Kultur jaringan tanaman merupakan teknik menumbuhkembangkan bagian tanaman, baik berupa sel, jaringan, atau organ dalam kondisi aseptik secara in vitro. Teknik ini dicirikan oleh kondisi kultur yang aseptik, penggunaan media kultur buatan dengan kandungan nutrisi lengkap dan zat pengatur tumbuh (ZPT), serta kondisi ruang kultur yang suhu dan pencahayaannya terkontrol.
Tahapan yang harus dilaksanakan dalam kultur jaringan krisan terdiri dari:

A. Sterilisasi alat
Alat tanam seperti pinset, gunting, gagang scalpel, petridish, botol-botol kosong, dan peralatan lain yang diperlukan harus disterilisasi dahulu sebelum dipakai. 
Cara untuk sterilisasi peralatan adalah alat-alat terbuat dari stainless steel dibungkus menggunakan kertas merang sedangkan untuk botol tidak perlu dibungkus kemudian masukkan dalam autoclave. Temperature yang digunakan untuk sterilisasi adalah 121°C pada tekanan 17,5 psi selama total 1 jam. Penghitungan waktu sterilisasi dimulai setelah tekanan yang diinginkan tercapai.

B. Pembuatan media kultur
Media kultur secara umum tersusun dari beberapa atau seluruh komponen berikut:
  1. Hara makro
  2. Hara mikro
  3. Vitamin
  4. Gula
  5. Asam amino dan N organic
  6. Persenyawaan kompleks seperti air kelapa, ekstrak ragi, juice tomat dll
  7. Zat pengatur tumbuh, seperti sitokinin dan auksin
  8. Bahan pemadat, seperti agar  atau gerlite
C. Sterilisasi media kultur
Setelah dituang dalam botol-botol kultur jaringan, media kultur kemudian disterilisasi dalam autoclave. Caranya sama seperti pada sterilisasi peralatan. Kemudian keluarkan, simpan pada tempat yang bersih agar tidak terkontaminasi. Media tanam bisa digunakan untuk menanam/kultur minimal 48 jam setelah pembuatan.

D. Pengambilan eksplan dari lapangan
Eksplan adalah tanaman atau bahan tanam berupa bagian dari tanaman yang akan digunakan sebagai kultur jaringan. Untuk melakukan kultur jaringan, bisa menggunakan seluruh bagian dari tanaman seperti batang, daun, akar, bahkan ditingkat   sel. Untuk eksplan kultur jaringan krisan, menggunakan stek pucuk dari indukan tanaman krisan di lapangan (green house).

E. Sterilisasi eksplan/bahan tanam
Sebelum ditanam, eksplan harus disterilisasi terlebih dahulu agar tidak terkontaminasi jamur dan bakteri ketika ditanam di laboratorium. Setiap bahan tanaman mempunyai tingkat kontaminasi permukaan yang berbeda tergantung pada jenis tanaman, bagian tanaman yang digunakan, morfologi permukaan (berbulu/tidak), lingkungan tumbuh (lapangan/green house), musim pengambilan (hujan/kemarau), umur tanaman, kondisi tanamannya (sehat/sakit).
Langkah sterilisasi sebagai berikut:
  1. Mengambil eksplan  krisan dari lapangan berupa ujung tanaman kira-kira 4 ruas,  memotong tiap ruas dengan sebagian daun dirompes kemudian cuci dengan detergen cair. Membilas dengan aquades sampai bersih.
  2. Mengocok dalam larutan alkohol 10% selama 1 menit, membilas dengan aquades sampai bersih.
  3. Menimbang fungisida sistemik sebesar 2 g/l dan bakterisida sistemik sebesar 1g/l. Mengaduk menggunakan magnetic stirer sampai tercampur rata atau homogen.
  4. Setelah homogen, masukkan eksplan dalam larutan tersebut, shaker selama 30 menit. Membilas dengan aquades sampai bersih.
  5. Proses Pengadukan Menggunakan Seaker
  6. Mengocok eksplan dengan tween 2-3 tetes selama 2-3 menit, membilas sampai bersih (proses dilakukan di LAF)
  7. Mengocok dalam larutan chlorox 10 % selama 5 menit, membilas sampai bersih
  8. Meniriskan eksplan, kemudian eksplam siap ditanam.

F. Penanaman/kultur jaringan
Dari sejak sterilisasi eksplan poin 3 sampai penanaman pekerjaan dilakukan di Laminair Air Flow (LAF). LAF adalah suatu alat yang digunakan dalam pekerjaan persiapan bahan tanam, penanaman, subkultur,pemindahan tanaman  dari satu botol ke botol lain dalam kultur in vitro/kultur jaringan. LAF dilengkapi dengan blower untuk menghembuskan udara steril secara continue melewati tempat kerja, kemudian ditarik melaui filter agar sirkulasi udara lancer dan bersih bebas kontaminasi. Selain itu ditambahkan juga lampu penerangan dan lampu UV. (Pierik, 1987).
Adapun cara menggunakan LAF sebelum kultur sebagai berikut:
  1. Menyalakan lampu UV minimum 30 menit sebelum digunakan, hindari sinarnya dari badan dan mata. 
  2. Membersihkan LAF dengan alcohol 70 %.
  3. Menghidupkan blower.
  4. Menghidupkan lampu penerangan
  5. Masukkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelumnya semprot dengan alcohol 70%.
 
G. Subkultur
Setelah beberapa hari eksplan krisan yang ditanam tersebut tumbuh akar, tunas, dan daun. Kemudian ambil daun dengan 1 tangkai tanam pada media dengan botol yang berbeda. 1 botol berisi 5 daun. Dalam waktu beberapa hari akan tumbuh akar, tunas dan tanaman tumbuh tinggi seperti tanaman sempurna dalam jangka waktu 1,5-2 bulan. Tanaman tersebut bisa disubkultur lagi dengan mengambil  1 daun dengan 1 tangkai kemudian ditanam, begitu seterusnya sampai subkultur ke 5. Tanaman hasil dari kultur jaringan yang ditanam pada botol media disebut planlet. 

H. Aklimatisasi
Setelah tanaman tumbuh sempurna dengan tinggi 3/4 – 1 botol penuh, bisa diaklimatisasi atau ditanam di lapangan.  Cara aklimatisasi adalah keluarkan planlet, bersihkan dari media tanamnya. Celupkan dalam larutan fungisida dan bakterisida masing-masing 1 g/l selama 5 menit. Diamkan sejenak, siap untuk ditanam pada media arang sekam.

Dr. Herni Shintiavira, S.P.M.P; Wisnu Aji Wibawa, SP; Ika Haerawati, STP
 Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) Balai Penelitian Tanaman Hias